Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Dinkes Batam Pastikan Takjil Aman, 1.068 Sampel Bebas Bahan Berbahaya

Rengga Yuliandra • Kamis, 12 Maret 2026 | 16:15 WIB

Pegawai Dinkes Kota Batam mengambil sampel makanan takjil yang dijual di berbagai bazar Ramadan.
Pegawai Dinkes Kota Batam mengambil sampel makanan takjil yang dijual di berbagai bazar Ramadan.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan makanan takjil yang dijual di berbagai bazar Ramadan dan pusat jajanan masyarakat aman untuk dikonsumsi. Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.068 sampel takjil dari 96 lokasi pengawasan di seluruh wilayah Kota Batam selama Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batam, Meldasari, mengatakan seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil memenuhi standar keamanan pangan.

“Dari total 1.068 sampel takjil yang diperiksa, seluruhnya memenuhi syarat dan tidak ditemukan sampel yang tidak memenuhi syarat (TMS),” ujar Meldasari dalam laporan pemantauan takjil mingguan Dinkes Batam, Rabu (11/3).

Pengawasan tersebut dilakukan oleh tim dari seluruh puskesmas di Kota Batam dengan menyasar berbagai lokasi penjualan takjil, seperti bazar Ramadan, pasar tradisional, kawasan permukiman, hingga pusat keramaian masyarakat.

Dalam proses pemeriksaan, petugas melakukan pengujian terhadap empat jenis bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam makanan, yakni formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.

“Keempat zat tersebut dilarang digunakan dalam makanan karena dapat membahayakan kesehatan,” jelasnya.

Menurut Meldasari, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan para pedagang takjil di Batam cukup sadar akan pentingnya keamanan pangan, sehingga makanan yang dijual relatif aman bagi masyarakat.

Selain pengambilan sampel, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang mengenai cara pengolahan makanan yang higienis serta pentingnya tidak menggunakan bahan tambahan berbahaya.

“Tidak hanya melakukan pemeriksaan, tim di lapangan juga memberikan pembinaan kepada pedagang agar tetap menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dijual selama Ramadan,” tambahnya.

Berdasarkan laporan capaian pengawasan, sejumlah puskesmas bahkan telah melampaui target pengambilan sampel. Di antaranya Puskesmas Sei Langkai dengan 67 sampel, Lubuk Baja 63 sampel, Tanjung Sengkuang 58 sampel, serta Tanjung Uncang 57 sampel.

Sementara beberapa puskesmas lain seperti Botania, Batuaji, Kampung Jabi, Baloi Permai, Sei Lekop, dan Sei Pancur juga telah mencapai target minimal sekitar 50 sampel.

Namun demikian, Dinkes Batam mencatat masih ada beberapa puskesmas yang perlu meningkatkan intensitas pengambilan sampel agar target pengawasan dapat tercapai secara optimal.

“Secara monitoring saat ini terdapat 17 puskesmas berstatus hijau, tiga puskesmas berstatus kuning, dan satu puskesmas berstatus merah. Artinya masih ada yang perlu percepatan dalam pengambilan sampel,” katanya.

Meldasari menegaskan pengawasan keamanan pangan selama Ramadan akan terus dilakukan hingga akhir bulan puasa. Dinkes juga akan memperkuat monitoring lapangan serta evaluasi rutin terhadap kegiatan pengawasan yang dilakukan puskesmas.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap selektif saat membeli takjil dengan memperhatikan kebersihan makanan serta memilih pedagang yang menjaga higienitas.

“Meski hasil pemeriksaan menunjukkan makanan takjil di Batam relatif aman, masyarakat tetap perlu memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan yang dibeli agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.(*)

Editor : Jamil Qasim