batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan layanan kesehatan bagi pemudik tetap tersedia selama periode angkutan Lebaran 2026. Tenaga medis disiagakan di sejumlah titik transportasi utama untuk memberikan penanganan cepat bagi pemudik yang mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan total terdapat enam titik pelayanan kesehatan yang disiapkan di lokasi dengan pergerakan penumpang tinggi.
“Total ada enam titik pelayanan kesehatan yang disiapkan di lokasi-lokasi dengan pergerakan penumpang tinggi,” kata Didi, Senin (16/3).
Baca Juga: Investasi Semikonduktor di Batam Terancam Tertunda
Enam titik layanan tersebut berada di Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Domestik Punggur, Pelabuhan Roro ASDP Punggur, Pelabuhan Domestik Sekupang, Pelabuhan Batam Centre, dan Pelabuhan Batu Ampar.
Menurut Didi, beberapa lokasi seperti Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Sekupang, dan Pelabuhan Batu Ampar menerapkan sistem pelayanan on call. Hal ini karena lokasi tersebut telah memiliki fasilitas kesehatan serta tenaga medis dari pengelola setempat.
“Di bandara sudah ada klinik dan tim medis, sehingga petugas kami bersifat on call jika diperlukan tambahan tenaga medis,” ujarnya.
Sementara itu, posko kesehatan di Pelabuhan Domestik Punggur, Pelabuhan Roro ASDP Punggur, dan Pelabuhan Batam Centre disiagakan secara langsung dengan tenaga medis yang berjaga di lokasi.
Setiap posko dilengkapi tim pertolongan pertama yang terdiri dari dokter dan perawat, serta peralatan medis dasar untuk penanganan kondisi darurat. Selain itu, fasilitas pendukung seperti tandu, oksigen, obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), serta berbagai alat kesehatan lainnya juga disediakan.
Didi menambahkan layanan kesehatan tersebut disiagakan selama periode libur Idulfitri, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan sistem pergantian petugas dari puskesmas terdekat.
“Tenaga medis yang bertugas akan bergantian sesuai wilayah puskesmas terdekat dengan lokasi posko,” katanya.
Ia berharap keberadaan posko kesehatan ini dapat membantu pemudik yang membutuhkan penanganan medis serta memberikan rasa aman selama perjalanan mudik.
Salah seorang pemudik tujuan Dumai, Andi (34), mengaku merasa lebih tenang dengan adanya posko kesehatan di pelabuhan.
“Kalau perjalanan jauh kadang ada yang tiba-tiba sakit atau kelelahan. Dengan adanya posko kesehatan ini jadi lebih aman kalau butuh pertolongan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Siti (29), pemudik tujuan Belawan. Ia menilai keberadaan tenaga medis di pelabuhan sangat membantu, terutama bagi pemudik yang membawa anak kecil atau orang tua.
“Kadang anak-anak gampang demam atau mabuk perjalanan. Kalau ada dokter atau perawat di pelabuhan tentu sangat membantu,” katanya. (*)
Editor : Jamil Qasim