Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Krisis Air Belum Teratasi, Warga Batuampar Masih Andalkan Tangki

Eusebius Sara • Kamis, 26 Maret 2026 | 09:30 WIB

Pendistribusian air di Tanjung Sengkuang menggunakan truk tangki untuk mengatasi suplai air di kawasan tersebut. F. Istimewa
Pendistribusian air di Tanjung Sengkuang menggunakan truk tangki untuk mengatasi suplai air di kawasan tersebut. F. Istimewa

batampos – Momen Idulfitri 1447 Hijriah belum sepenuhnya membawa kenyamanan bagi warga Kecamatan Batuampar. Di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat Lebaran, krisis air bersih masih terjadi dan memaksa warga bergantung pada suplai mobil tangki.

Kondisi ini dirasakan warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah yang hingga kini belum menikmati aliran air secara normal.

Ramli, warga Tanjung Sengkuang, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air saat hari raya.

“Kami masih bergantung pada mobil tangki. Saat Lebaran kebutuhan meningkat, tapi air belum juga normal,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Nindi. Ia berharap distribusi air dapat lebih merata agar warga tidak terus mengalami kesulitan.

“Harapannya penyaluran air lebih maksimal, jangan sampai ada wilayah yang terlewat,” katanya.

Di lapangan, distribusi air bersih terus dilakukan. Polsek Batu Ampar mencatat kegiatan penyaluran air telah memasuki hari ke-61, dengan pengawasan langsung aparat kepolisian.

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, mengatakan pihaknya turun langsung memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.

“Kami pastikan pendistribusian berjalan aman dan sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.

Pada Selasa (24/3), distribusi air di Kelurahan Tanjung Sengkuang mencapai 41 mobil tangki yang disalurkan ke sejumlah RW. Sementara di Kelurahan Batu Merah, tercatat 13 mobil tangki didistribusikan ke wilayah terdampak.

Meski suplai terus dilakukan, warga menilai solusi tersebut belum menjawab persoalan jangka panjang. Mereka berharap ada langkah permanen agar krisis air tidak terus berulang, terutama pada momen penting seperti Lebaran.

Ketersediaan air bersih dinilai sebagai kebutuhan dasar yang harus segera ditangani secara menyeluruh oleh pihak terkait. (*)

Editor : M Tahang
#Batuampar #krisis air bersih