Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kekurangan SDM, Industri Pariwisata Batam Masih Bergantung Tenaga Luar

Yashinta • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:00 WIB

Ilustrasi pemandu wisata. F. foodtourpros.com
Ilustrasi pemandu wisata. F. foodtourpros.com

batampos – Industri pariwisata di Batam masih menghadapi persoalan klasik: keterbatasan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.

Praktisi pariwisata Kepulauan Riau, Surya Wijaya, menyebut kualitas SDM menjadi kunci utama dalam mendorong daya saing sektor pariwisata.

“SDM pariwisata kita masih kurang. Padahal, salah satu penentu keberhasilan industri ini adalah kualitas tenaga kerjanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan SDM pariwisata tidak hanya pada pemandu wisata atau tour leader. Sektor ini juga bergantung pada tenaga perhotelan, resepsionis, hingga dapur.

Saat ini, terdapat sekitar 14 hingga 15 skema sertifikasi di bidang pariwisata. Mulai dari housekeeping, kitchen, pemandu wisata, hingga tour leader. Sertifikasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja.

Di Batam, lembaga sertifikasi profesi seperti LSP Barelang Internasional juga telah tersedia untuk mendukung peningkatan kualitas SDM.

Namun, Surya menilai dukungan pemerintah daerah masih perlu diperkuat, baik di tingkat kota maupun provinsi, terutama dalam memperluas akses pelatihan dan sertifikasi.

“Peran pemerintah penting agar pelatihan dan sertifikasi bisa menjangkau lebih banyak tenaga kerja lokal,” katanya.

Ia juga mengapresiasi pelatihan tour leader yang digelar Dinas Tenaga Kerja Kota Batam sebagai langkah positif.

“Harapannya program seperti ini bisa diperbanyak,” ujarnya.

Peningkatan kualitas SDM diyakini akan mendorong sektor pariwisata Batam berkembang lebih optimal, sekaligus meningkatkan daya saing dan dampak ekonomi bagi masyarakat. (*)

Editor : M Tahang
#pariwisata batam #SDM pariwisata