batampos – Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam tetap berjalan normal meski pemerintah menerapkan sistem kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) pascalibur Idulfitri.
Pantauan di kantor Disdukcapil Batam, Kamis (26/3), aktivitas pelayanan berlangsung seperti hari biasa. Warga mengurus berbagai dokumen, mulai dari KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran dan kematian.
Kepala Disdukcapil Batam, Sri Adisthy Miranti, memastikan kebijakan WFA tidak berdampak pada layanan publik.
“Pelayanan tetap normal, tidak ada pengurangan,” ujarnya.
Ia menyebut, jumlah dokumen yang dilayani pascalibur Lebaran mencapai 150 hingga 180 per hari.
“Rata-rata 150 sampai 180 dokumen per hari, mulai dari KTP, KIA, akta kelahiran, hingga surat pindah,” jelasnya.
Permohonan yang paling dominan saat ini adalah akta kelahiran, KTP, dan surat pindah masuk.
Sistem antrean tetap diberlakukan dengan kuota sekitar 150 hingga 200 nomor per hari. Namun, realisasi pelayanan kerap melebihi angka tersebut.
“Hingga siang tadi sudah lebih dari 100 pelayanan yang kami terima,” katanya.
Jam operasional juga tidak berubah, yakni pukul 07.30 hingga 15.30 WIB tanpa jeda, untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terlayani.
Terkait potensi lonjakan pendatang pascalibur Lebaran, Sri menyebut belum terlihat signifikan dalam dua hari terakhir.
“Yang banyak justru perubahan data, seperti penyesuaian alamat dan akta kelahiran,” ujarnya.
Ia menambahkan, lonjakan biasanya terjadi setelah H+7 Lebaran.
Diketahui, Pemko Batam menerapkan WFA selama masa transisi pascalibur sebelum kembali ke sistem work from office (WFO) pada 30 Maret. Meski demikian, pelayanan publik tetap menjadi prioritas. (*)
Editor : M Tahang