Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sebut Tak Niat Hujat Kristen, Trump Hapus Gambar AI Mirip Kristus Usai Dikecam

Chahaya Simanjuntak • Selasa, 14 April 2026 | 22:00 WIB
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)
Ilustrasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (AP/Manuel Balce Ceneta)

Batampos -  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghapus unggahan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai sosok Kristus, setelah menuai kecaman luas, termasuk dari pendukung Kristen konservatifnya.

Meski mendapat tekanan publik, Trump tidak meminta maaf atau mundur dari perseteruannya dengan pemimpin umat Katolik Roma, Paus Leo XIV. Namun, ia akhirnya menghapus gambar tersebut karena dinilai menimbulkan kebingungan.

Gambar yang diunggah sebelumnya memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih dengan selempang merah, meletakkan tangan di dahi seorang pria terbaring, dengan bola cahaya di tangan lainnya. Latar belakang menampilkan bendera Amerika Serikat dan Patung Liberty.

Sejumlah tokoh Kristen konservatif mengecam keras unggahan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk penistaan agama.

Penulis dan komentator Kristen konservatif, Megan Basham, menyebut unggahan itu sebagai penistaan yang keterlaluan. "Saya minta dia (Trump, Red) segera menghapusnya dan segera meminta maaf kepada publik dan Tuhan," ujar Megan seperti dilansir dari NBC News, Selasa (14/4/2026) malam.

Kritik juga datang dari komentator politik konservatif Cam Higby yang menyatakan tetap mendukung Trump, namun menolak membela tindakan yang dianggap sebagai penistaan.

Respons serupa disampaikan mantan atlet renang yang kini menjadi podcaster konservatif, Riley Gaines. Ia mempertanyakan alasan Trump mengunggah gambar tersebut dan menilai sikap rendah hati diperlukan dalam situasi ini.

Baca Juga: Temuan Sabu Seberat 691 Gram di Kargo Bandara Tanjungpinang, Milik Siapa?

Menanggapi kontroversi tersebut, Trump mengaku mengunggah gambar itu. Namun, ia membela diri, bahwa gambar itu dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter yang membantu menyembuhkan orang.

"Seharusnya itu menggambarkan saya sebagai dokter," ujar Trump.

Bahkan, ia menyalahkan media yang terlalu membesar-besarkan gambar buatan kecerdasan manusia yang ia posting tersebut. "Hanya “media palsu” yang menafsirkan gambar tersebut sebagai sosok religius," ungkapnya.

Dalam wawancara dengan CBS News, Trump mengaku ia telah menghapus unggahan tersebut untuk menghindari kesalahpahaman publik. “Saya tidak ingin ada yang bingung. Banyak orang yang salah paham,” katanya.

Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi tersebut. Unggahan itu diketahui dihapus pada hari yang sama dengan jadwal pertemuan Komisi Kebebasan Beragama, lembaga yang dibentuk Trump.

Kontroversi ini muncul tidak lama setelah Trump melontarkan kritik terhadap Paus Leo XIV, yang sebelumnya mengkritik perang terhadap Iran. Trump menyebut pemimpin Gereja Katolik Roma itu lemah dalam penanganan kriminalitas dan kebijakan luar negeri.

Menanggapi hal tersebut, Paus Leo menyatakan tidak merasa takut terhadap pemerintahan Trump. Dia berdiri untuk menyatakan kebenaran firman Tuhan, bukan mengomentari secara politis. Hal ini dia ungkapkan di pesawat saat hendak melakukan perjalanan Apostolik perdananya ke Afrika.

Baca Juga: Trump Tolak Minta Maaf ke Paus Leo XIV, Ketegangan Memanas

Direktur Center on Religion and Culture di Fordham University, David Gibson, menilai serangan Trump terhadap Paus sebagai sesuatu yang tidak lazim dalam politik Amerika.

"Perbedaan pendapat antara presiden AS dan Paus bukan hal baru, tetapi sikap tidak hormat seperti ini berbeda. Ini wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Di media sosial, perdebatan mengenai konflik tersebut juga meluas. Di forum Reddit Katolik, diskusi terkait perseteruan Trump dan Paus Leo menjadi salah satu topik paling ramai, dengan lebih dari 1.500 komentar dalam waktu singkat. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#presiden as #Kontroversi Trump #Trump vs Pope Leo #Paus Leo XIV #donald trump