batampos – Iran mengancam akan segera membalas tindakan Amerika Serikat setelah penyitaan kapal dagang Iran di Teluk Oman.
Juru bicara Komando Militer Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan tinggal diam atas insiden tersebut.
“Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas pembajakan bersenjata yang dilakukan militer AS,” ujarnya, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat mengonfirmasi penyitaan kapal dagang Iran bernama Touska. Kapal tersebut disebut berupaya menerobos blokade AS di Teluk Oman dan kini berada di bawah kendali militer AS.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai membatasi lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menyumbang sekitar 20 persen distribusi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) global.
Pemerintah AS menyatakan kapal non-Iran tetap dapat melintas di Selat Hormuz selama tidak melakukan pembayaran bea kepada Teheran.
Di sisi lain, otoritas Iran belum secara resmi memberlakukan kebijakan pungutan tersebut, meski wacana itu tengah dibahas.
Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Teluk dan berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global. (*)
Editor : Jamil Qasim