batampos – Unit Manajemen Risiko Bencana di Lebanon yang berbasis di markas Perdana Menteri Grand Serail melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel di negara tersebut telah mencapai 2.387 orang.
Dalam laporan harian yang dirilis Senin (20/4), jumlah korban luka tercatat sebanyak 7.602 orang. Sementara itu, total pengungsi yang berada di pusat-pusat penampungan mencapai 117.421 orang, atau sekitar 30.431 keluarga.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga melaporkan sedikitnya 277 anak tewas dan lebih dari 700 lainnya terluka sejak 2 Maret.
Situasi di lapangan disebut masih rapuh. UNIFIL terus memantau aktivitas militer, termasuk operasi penembakan dan penghancuran yang terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan.
PBB menilai intervensi kemanusiaan yang ada saat ini masih belum mencukupi jika dibandingkan dengan kebutuhan di lapangan.
Krisis yang berlangsung telah meningkatkan tekanan terhadap fasilitas kesehatan, logistik bantuan, serta kondisi pengungsi yang terus bertambah di berbagai wilayah terdampak.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan, sementara upaya bantuan kemanusiaan terus diupayakan oleh berbagai pihak internasional. (*)
Editor : Jamil Qasim