batampos - Maskapai asal Belanda, KLM Royal Dutch Airlines, mengambil langkah drastis dengan membatalkan lebih dari 150 penerbangan rute Eropa dalam beberapa pekan ke depan.
Kebijakan diambil sebagai respons langsung terhadap lonjakan harga bahan bakar jet (avtur) yang terus menekan biaya operasional maskapai global.
Langkah ini diambil karena sejumlah rute dinilai sudah tidak lagi menguntungkan secara finansial akibat kenaikan harga bahan bakar.
Pembatalan setara dengan sekitar 80 penerbangan pulang pergi dari Bandara Schiphol, Amsterdam. Langkah tersebut hanya berdampak pada kurang dari 1% total operasi penerbangan Eropa KLM.
Harga avtur global melonjak drastis naik hingga sekitar 50 - 83% dalam waktu singkat. Kenaikan dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Baca Juga: Laporan Resmi: 2.387 Tewas, 7.602 Luka Akibat Serangan Israel di Lebanon
Maskapai menegaskan bahwa keputusan bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar, tetapi murni strategi efisiensi biaya di tengah tekanan harga energi.
Penumpang yang terdampak akan dialihkan ke penerbangan berikutnya yang tersedia. KLM juga sempat menangguhkan beberapa rute Timur Tengah sebagai bagian dari penyesuaian operasional.
Kekhawatiran akan krisis energi juga semakin meningkat. Badan energi internasional memperingatkan bahwa pasokan bahan bakar jet di Eropa bisa menipis jika gangguan distribusi berlanjut yang berpotensi memicu lebih banyak pembatalan penerbangan oleh maskapai lain.
Kenaikan biaya juga berdampak pada maskapai di Amerika Serikat. Sejumlah maskapai besar seperti JetBlue, American Airlines, United Airlines, Delta Air Lines, dan Southwest Airlines dilaporkan menaikkan biaya bagasi sebagai respons terhadap tekanan biaya operasional.
Industri penerbangan menghadapi risiko krisis energi dan kenaikan biaya berkelanjutan jika harga bahan bakar tetap tinggi.(*)
Editor : Juliana Belence