Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

IRGC Ultimatum Trump: Pilih Perang Mustahil atau Kesepakatan Buruk dengan Iran

Antara • Senin, 4 Mei 2026 | 05:36 WIB
Ilustrasi.Mayjen Hossein Salami saat mengunjungi situs rudal bawah tanah Garda Revolusi Iran di lokasi yang dirahasiakan di Teluk pada Jumat (8/1/2021). (ANTARA FOTO/Reuters/HO-IRGC/WANA)
Ilustrasi.Mayjen Hossein Salami saat mengunjungi situs rudal bawah tanah Garda Revolusi Iran di lokasi yang dirahasiakan di Teluk pada Jumat (8/1/2021). (ANTARA FOTO/Reuters/HO-IRGC/WANA)

Teheran – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan peringatan keras kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. IRGC menyebut Trump kini dihadapkan pada dua pilihan sulit: melancarkan perang yang mustahil dimenangkan atau menerima kesepakatan yang merugikan dengan Iran.

Dalam unggahan di platform media sosial X, Minggu, Departemen Intelijen IRGC menyatakan Teheran telah memberikan tenggat waktu kepada militer AS untuk mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Iran juga mengeklaim negara-negara Eropa, China, dan Rusia kini semakin kritis terhadap kebijakan Washington.

“Hanya ada satu cara untuk menafsirkan ini: Trump harus memilih antara operasi militer yang mustahil dilakukan atau kesepakatan buruk dengan Republik Islam Iran. Ruang bagi AS untuk mengambil keputusan semakin sempit,” tulis IRGC.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu balasan Iran terhadap Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.

Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui gencatan senjata dua pekan yang diumumkan pada 8 April lewat mediasi Pakistan. Pembicaraan langsung kemudian digelar di Islamabad pada 11 April, namun belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.

Trump selanjutnya memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu baru, sesuai permintaan Pakistan. (*)

Editor : Jamil Qasim
#IRGC #perang Mustahil atau Kesepakatan