Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius, WHO Konfirmasi 3 Penumpang Tewas

Juliana Belence • Senin, 4 Mei 2026 | 10:15 WIB
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar ke Cape Verde. (x.com/CGTNOfficial)
Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar ke Cape Verde. (x.com/CGTNOfficial)

batampos - Tiga penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan meninggal dunia setelah wabah penyakit misterius melanda pelayaran di Samudra Atlantik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan bahwa insiden ini diduga kuat terkait infeksi hantavirus. Penyakit langka yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius dan berakibat fatal.

"Enam orang yang terdampak. Satu kasus telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium sebagai hantavirus. Lima lain masih berstatus dugaan," kata WHO, dikutip dari GMA Network, Senin (4/5).

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu pasien masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan. Wabah pertama kali terdeteksi sebagai penyakit pernapasan akut serius di atas kapal.

Foster Mohale, juru bicara National Department of Health di Afrika Selatan, mengatakan seorang penumpang pria berusia 70 tahun dari Belanda jatuh sakit saat berada di atas kapal pesiar.

Baca Juga: IRGC Ultimatum Trump: Pilih Perang Mustahil atau Kesepakatan Buruk dengan Iran

Ia mengalami demam, sakit kepala, sakit perut, dan diare. Kemudian, meninggal dunia ketika kapal tiba di Pulau St. Helena.

Istrinya juga jatuh sakit dan pingsan di Bandara Internasional OR Tambo, Afrika Selatan saat mencoba terbang pulang. Dia dibawa ke rumah sakit dan kemudian meninggal.

Seorang warga negara Inggris jatuh sakit saat kapal sedang berlayar dari St. Helena ke Pulau Ascension. Ia dipindahkan dari rumah sakit di Ascension ke fasilitas kesehatan di Afrika Selatan dan dinyatakan positif hantavirus.

Sejumlah penumpang mengalami gejala seperti demam, nyeri, serta gangguan pernapasan yang berkembang menjadi kondisi fatal. Hantavirus merupakan virus langka yang umumnya ditularkan melalui kontak dengan urin, fese, atau air liur hewan pengerat seperti tikus.

Infeksi dapat menyebabkan sindrom paru berat atau gangguan ginjal dengan tingkat kematian yang cukup tinggi pada kasus tertentu. 

Tingkat kematian sekitar 30% - 40% pada kasus berat. Tidak ada obat khusus, tetapi penanganan bersifat suportif. 

WHO kini melakukan investigasi menyeluruh, termasuk pelacakan kontak, analisis epidemiologi, serta koordinasi dengan otoritas kesehatan internasional dan operator kapal.

Langkah evakuasi medis terhadap penumpang yang menunjukkan gejala sedang dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. WHO mengingat bahwa hantavirus bisa menular antar manusia dalam kondisi tertentu.(*)

Editor : Juliana Belence
#hantavirus #MV Hondius #WHO #kapal pesiar