batampos - Pemerintah kota Guangzhou, Tiongkok, resmi memberlakukan regulasi baru yang mewajibkan restoran dimsum untuk transparan mengenai metode produksi makanan mereka.
Pelaku usaha harus menyatakan apakah dimsum yang dijual dibuat secara manual (handmade) atau menggunakan mesin pada Jumat (1/5). Kebijakan ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya produksi massal yang dinilai dapat mengurangi nilai autentik kuliner tradisional.
Aturan tersebut juga mengharuskan pelaku usaha kuliner mencantumkan informasi secara jelas agar pelanggan dapat membedakan antara dimsum tradisional yang dibuat langsung di tempat dengan produk yang diproses secara massal atau melalui dapur terpusat.
Regulasi diperkenalkan untuk melindungi budaya yum cha. Yum cha merupakan tradisi makan dimsum khas Guangdong yang dianggap sebagai warisan budaya tak benda.
Pemerintah setempat khawatir meningkatnya penggunaan mesin dalam produksi dimsum dapat mengikis keterampilan tradisional yang telah diwariskan selama generasi.
Baca Juga: Tailan Lawan Konsumsi Gula Berlebih, Standar Nasional Resmi Dikurangi
"Kesadaran sosial terhadap warisan ini telah meningkat secara signifikan. Kami berharap pemerintah dan industri dapat membangun mekanisme kolaborasi yang lebih dalam," kata Anggota parlemen dari sektor katering, Jonathan Leung Chun, dikutip dari South China Morning Post, Senin (4/5).
Aturan baru menetapkan bahwa dimsum tradisional harus disajikan maksimal 24 jam setelah dibuat guna menjaga kualitas dan keaslian rasa.
Aturan mengharuskan pelaku usaha untuk memberi label jelas di menu atau restoran. Pelaku usaha harus menyatakan apakah dimsum dibuat langsung di tempat atau diproduksi secara industri.
Adanya kebijakan terbaru membuat konsumen kini memiliki informasi lebih jelas sebelum memilih makanan.
Mereka dapat menentukan apakah ingin menikmati dimsum buatan tangan yang biasanya lebih autentik atau produk mesin yang lebih konsisten dan terjangkau.
Langkah tersebut diharapkan mendorong restoran untuk mempertahankan standar kualitas serta memberikan pengakuan bagi koki yang masih mempertahankan teknik tradisional dalam membuat dimsum.
Aturan ini juga memicu perdebatan di kalangan pelaku usaha. Sebagian restoran menilai penggunaan dapur terpusat atau mesin tetap penting untuk menjaga efisiensi biaya dan konsistensi produksi, terutama di tengah persaingan industri makanan yang ketat.(*)
Editor : Juliana Belence