Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Trump Klaim Iran Mulai Lunak, AS Siapkan Operasi Besar di Selat Hormuz

Antara • Selasa, 5 Mei 2026 | 08:31 WIB
Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.
Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.

batampos – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran belakangan menunjukkan sikap lebih terbuka untuk diajak bernegosiasi di tengah blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump juga melontarkan ancaman keras kepada Teheran. Ia menegaskan akan ada konsekuensi menghancurkan jika Iran berupaya menyerang kapal-kapal AS di sekitar jalur pelayaran strategis tersebut.

“Persiapan Amerika sedang berlangsung. Semuanya sudah siap, dan kita bisa menggunakan semuanya!” ujar Trump kepada Fox News, Senin.

Pada Minggu malam, Trump mengumumkan Project Freedom, sebuah operasi yang diklaim bertujuan membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz dan mengevakuasi mereka keluar dari kawasan konflik.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan militer Iran berhasil menggagalkan masuknya kapal-kapal AS ke Selat Hormuz dengan menembakkan dua rudal ke arah sebuah kapal perang Amerika.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat AS (CENTCOM).

Operasi Project Freedom mulai dijalankan pada Senin pagi waktu Timur Tengah. CENTCOM sebelumnya menyatakan dukungan penuh terhadap misi itu dengan mengerahkan kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta sekitar 15.000 personel militer. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Trump Klaim Iran Mulai Lunak #selat hormuz