batampos - Iran kembali menjadi sorotan setelah Islamic Revolutionary Guard Corps merilis peta baru yang menggambarkan klaim kendali mereka atas wilayah strategis di Selat Hormuz.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat kepada dunia bahwa Teheran siap mempertegas pengaruh militernya di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Belum jelas secara pasti sejauh mana wilayah kendali yang diklaim telah berubah.
"Kapal yang tidak mematuhi aturan dapat dihentikan dengan paksa," kata IGRC, dikutip dari NDTV, Selasa (5/5).
Kapal - kapal komersial yang mengikuti protokol transit yang ditetapkan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi dan berkoordinasi dengan otoritas Iran di sepanjang rute yang ditentukan akan diizinkan untuk melintas dengan aman.
Pengumuman tersebut mempertegas posisi Iran dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan. Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat seiring konflik antara Iran dengan Amerika Serikat.
Baca Juga: Rusia Tuduh AS Paksa Beri Kewarganegaraan kepada Anak Diplomatnya
Iran menegaskan bahwa kapal yang melintas harus berkoordinasi dengan pasukan IGRC. Pihak Barat menilai langkah ini sebagai upaya mengontrol jalur internasional.
Situasi membuat lalu lintas kapal di kawasan itu nyaris terhenti karena kekhawatiran akan keamanan.
Amerika Serikat meluncurkan operasi militer untuk membuka kembali jalur pelayaran yang terganggu, termasuk menghancurkan kapal - kapal kecil Iran dan mencegat serangan drone serta rudal.
Operasi ini menandai eskalasi konflik yang semakin serius. Risiko bentrokan terbuka di salah satu jalur perdagangan paling penting di dunia.
Amerika Serikat dan negara - negara Teluk juga tengah mendorong resolusi Dewan Keamanan PBB untuk menanggapi tindakan Iran.
Namun, situasi di lapangan masih belum stabil dan berisiko memicu konflik yang lebih luas di kawasan.(*)
Editor : Juliana Belence