batampos - Kekhawatiran terhadap penyebaran hantavirus kembali meningkat setelah dua warga Singapura yang berada di kapal pesiar MV Hondius harus menjalani isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID).
Keduanya menjalani serangkaian tes medis setelah kapal yang mereka tumpangi dikaitkan dengan wabah virus langka yang telah menyebabkan beberapa kematian.
"Hasil tes masih menunggu. Salah satunya mengalami pilek, tetapi kondisinya baik - baik saja. Lainnya tidak menunjukkan gejala. Risiko bagi masyarakat umum di Singapura saat ini rendah," ujar Communicable Diseases Agency (CDA), dikutip dari CNA, Jumat (8/5).
Kasus ini menjadi perhatian karena wabah di kapal pesiar dikaitkan dengan sejumlah kematian dan penularan lintas negara.
Kapal MV Hondius sebelumnya berlayar dari Ushuaia, Argentina, sebelum akhirnya melaporkan adanya penumpang yang jatuh sakit akibat hantavirus.
Baca Juga: WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi Besar
Menurut Communicable Diseases Agency (CDA) Singapura, dua pria berusia 67 dan 65 tahun sempat meninggalkan kapal dan berada dalam penerbangan yang sama dengan satu pasien hantavirus terkonfirmasi dari Saint Helena menuju Johannesburg pada Sabtu (25/4).
Pasien kemudian meninggal dunia di Afrika Selatan. Salah satu warga Singapura dilaporkan mengalami gejala ringan berupa pilek, sedangkan satu lainnya tidak menunjukkan gejala apapun.
Keduanya tetap diisolasi sebagai langkah antisipasi. Pemerintah Singapura menilai risiko penyebaran ke masyarakat umum masih rendah.
Jika hasil tes mereka negatif, keduanya tetap diwajibkan menjalani karantina selama 30 hari sejak paparan terakhir.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut wabah di MV Hondius telah menyebabkan sedikitnya delapan kasus terkait, termasuk tiga kematian.
Hantavirus umumnya menyebar melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat. Namun, strain Andes yang ditemukan dalam kasus diketahui memiliki kemungkinan penularan antar manusia yang jarang terjadi.
Sejumlah negara kini melakukan pelacakan terhadap penumpang dan kru kapal yang sempat turun sebelum wabah dikonfirmasi.
WHO menegaskan bahwa situasi belum mengarah pada ancaman pandemi, tetapi pengawasan tetap diperketat karena masa inkubasi virus dapat berlangsung hingga beberapa minggu.(*)
Editor : Juliana Belence