Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gelombang Panas Melanda, Tokyo Anjurkan Pegawai Gunakan Pakaian Santai ke Kantor

Juliana Belence • Jumat, 8 Mei 2026 | 18:15 WIB
Pemerintah Tokyo izinkan para pekerja menggunakan kaus. (x.com/RiskCentre)
Pemerintah Tokyo izinkan para pekerja menggunakan kaus. (x.com/RiskCentre)

batampos - Pemerintah Metropolitan Tokyo mulai memperbolehkan pegawai mengenakan pakaian lebih santai seperti celana pendek, T-shirt, dan sneakers saat bekerja di kantor selama musim panas 2026.

Kebijakan ini menjadi bagian dari kampanye “Tokyo Cool Biz” untuk membantu pekerja menghadapi cuaca panas ekstrem dan mengurangi penggunaan pendingin ruangan.

Langkah tersebut cukup mengejutkan karena budaya kerja Jepang selama ini dikenal sangat formal dengan penggunaan jas dan dasi di lingkungan kantor. 

Namun, pemerintah Tokyo menilai kondisi cuaca yang semakin panas serta meningkatnya biaya energi membuat aturan berpakaian lama perlu disesuaikan.

Kampanye terbaru resmi dimulai pada 23 April 2026 bersamaan dengan peluncuran sistem peringatan heatstroke di Jepang. 

Baca Juga: Pengadilan AS Batalkan Tarif Global 10 Persen Trump, Agenda Ekonomi Kembali Terpukul

Pekerja dianjurkan mengenakan pakaian yang lebih nyaman sesuai situasi kerja, termasuk polo shirt, T-shirt, dan shorts untuk posisi tertentu.

"Kebijakan itu dibuat karena prospek pasokan listrik Jepang menghadapi tekanan besar di tengah kenaikan biaya energi global," ujar Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, dikutip dari The Guardian, Jumat (8/5).

Ia juga mendorong perusahaan menerapkan jam kerja pagi dan work from home guna mengurangi konsumsi listrik selama musim panas. 

Sejumlah pegawai pemerintah Tokyo sudah mulai datang ke kantor menggunakan celana pendek dan pakaian santai sejak kebijakan diberlakukan. 

Seorang pegawai bahkan mengaku awalnya gugup memakai shorts ke kantor, tetapi merasa jauh lebih nyaman dan produktif saat bekerja. Perubahan iklim juga menjadi alasan utama di balik kebijakan baru. 

Jepang mengalami salah satu musim panas terpanas dalam sejarah beberapa tahun terakhir dengan suhu di sejumlah wilayah bahkan menembus lebih dari 40 derajat Celsius.

Beberapa negara Asia lain juga mulai menerapkan langkah serupa untuk menghadapi tekanan energi dan cuaca panas. 

Namun, keputusan Tokyo tetap menjadi sorotan global karena kota tersebut identik dengan budaya kerja formal dan disiplin ketat di lingkungan perkantoran.(*)

Editor : Juliana Belence
#Tokyo #pakaian santai #pegawai #heatstroke #jepang