Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

WHO Konfirmasi Tambahan Kasus Hantavirus Terkait Kapal MV Hondius

Juliana Belence • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:15 WIB
Ilustrasi hantavirus. (x.com/MarioNawfal)
Ilustrasi hantavirus. (x.com/MarioNawfal)

batampos - Wabah hantavirus yang menyerang penumpang kapal peasiar MV Hondius terus menjadi perhatian dunia kesehatan internasional. Setelah sejumlah penumpang dievakuasi ke negara masing - masing, kasus baru ditemukan sehingga jumlah pasien terkait wabah tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan total sembilan kasus kini telah dikaitkan dengan kapal MV Hondius. Tujuh kasus sudah dipastikan positif Andes hantavirus, sementara dua lainnya masih berstatus dugaan kuat infeksi.

Kasus terbaru dilaporkan berasal dari seorang penumpang asal Prancis yang dinyatakan positif setelah dipulangkan dari Tenerife, Spanyol. Pasien kini berada dalam kondisi serius dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit Prancis.

WHO menyatakan wabah melibatkan Andes hantavirus, strain langka yang menjadi perhatian karena dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan. 

Virus ini berbeda dengan sebagian besar jenis hantavirus lain yang umumnya hanya menular melalui paparan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat terinfeksi.

Baca Juga: Iran Desak Akhiri Perang dan Cabut Sanksi, Trump Tolak Proposal Teheran

MV Hondius merupakan kapal milik Oceanwide Expeditions yang berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada awal April 2026. Kapal membawa penumpang dan kru dari 23 negara saat wabah mulai terdeteksi di tengah pelayaran menuju Atlantik Selatan.

Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat wabah, termasuk pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. WHO dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menyebut risiko bagi masyarakat umum masih rendah, tetapi pengawasan internasional terus diperketat karena sifat penularan Andes virus yang unik.

Setelah sempat tertahan di sekitar Cape Verde, kapal akhirnya tiba di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu (10/5). Proses evakuasi dilakukan secara ketat dengan pemeriksaan kesehatan, penyemprotan disinfektan, dan repatriasi penumpang menggunakan penerbangan khusus ke negara masing - masing.

ECDC juga mewajibkan pemantauan kesehatan selama 42 hari bagi penumpang dan kru yang sempat berada di atas kapal. 

Beberapa negara, termasuk Prancis, Amerika Serikat, Inggris, dan Belanda, kini memantau kontak erat serta penumpang yang sempat berada dalam penerbangan yang sama dengan pasien positif.(*)

Editor : Juliana Belence
#hantavirus #MV Hondius #prancis #WHO #kasus