Batampos - Pemerintahan Negara Republik Indonesia (RI) dan Singapura menjajaki kerjasama listrik lintas batas dan investasi energi, menjelang peringatan hubungan 60 tahun hubungan bilateral kedua negara, 2027 mendatang.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pembahasan dan penjajakan ini merupakan bagian dari rancangan arah strategis baru bagi kedua negara, guna membangkitkan kemitraan jelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik.
"Ini bukan hanya peringatan diplomatik. Ini adalah kesempatan untuk membangkitkan kembali kemitraan kita untuk dekade mendatang dan untuk merancang arah strategis baru bagi Indonesia dan Singapura," ujar Sugiono seperti dikutip dari Kantor Berita Indonesia, Antara di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Operasikan 12 Situs Judol, Empat Warga Tanjungpinang Ditangkap Polisi
Enam dekade hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura, telah membangun kemitraan kuat yang ditandai dengan kepercayaan strategis, saling menguntungkan, dan tujuan bersama.
Menjelang peringatan 60 tahun tersebut, kedua negara membahas bagaimana memperkuat dan meningkatkan kemitraan dan kerja sama bilateral, termasuk mengenai pembangunan ekonomi.
Menurutnya, Indonesia dan Singapura meninjau perkembangan nyata di berbagai sektor, termasuk pembahasan terkait listrik lintas batas serta investasi energi yang diharapkan menjadi proyek kelistrikan berkelanjutan terbesar di kawasan.
Dalam bidang ketahanan pangan, disepakati perluasan kemitraan dan pengembangan teknologi agribisnis guna memperkuat kerja sama serta mendukung kebutuhan pangan di masa depan.
Terkait kerja sama industri, kedua negara akan melanjutkan keberhasilan Batam-Bintan-Karimun dan kawasan industri Kendal sambil menjajaki kawasan industri berkelanjutan baru yang diharapkan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Inisiatif ini, tentu sama, merupakan proyek ekonomi, tetapi juga merupakan peluang bagi kedua negara kita untuk menyediakan lebih banyak lapangan kerja bagi rakyat kita, menciptakan peluang, dan meningkatkan taraf hidup," ujar Sugiono.
Baca Juga: Material Pagar DPRD Batam Mulai Masuk, Proyek Rp 2,35 Miliar Masuki Tahap Fisik
Menlu RI itu juga menegaskan kembali komitmen bersama terhadap sentralitas, persatuan, dan peran sentral ASEAN, terutama dalam menghadapi situasi geopolitik saat ini.
Dia mengatakan Indonesia dan Singapura memiliki pandangan yang sama terkait isu regional dan global, terutama di kawasan Timur Tengah yang secara langsung memengaruhi keamanan energi dan rantai pasokan di Asia Tenggara.
"Kami terus menekankan pentingnya de-eskalasi dialog dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional," kata Sugiono. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak