Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Ancam Kapal AS Jadi “Kuburan” di Laut Oman, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Antara • Senin, 18 Mei 2026 | 12:31 WIB
Ilustrasi kapal perang Iran.
Ilustrasi kapal perang Iran.

batampos - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Teheran memperingatkan bahwa Laut Oman bisa berubah menjadi “kuburan” bagi kapal-kapal perang AS jika blokade laut terhadap Iran terus berlanjut.

Ancaman itu disampaikan Anggota Dewan Kemaslahatan Iran, Mohsen Rezaei, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu (17/5).

“Saran saya kepada AS adalah mundurlah sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda. Jika tidak, maka yang kami pahami adalah bahwa blokade laut merupakan tindakan perang dan meresponsnya adalah hak alami kami,” tegas Rezaei.

Ia menegaskan bahwa sikap sabar Iran selama ini bukan berarti menerima tekanan maupun ancaman dari pihak asing.

“Jika kami telah bersabar hingga sekarang, maka itu bukan berarti kami menerimanya,” ujarnya.

Rezaei juga mempertanyakan keberadaan militer AS di kawasan Teluk. Menurutnya, alasan lama Washington untuk mempertahankan kekuatan militernya di kawasan sudah tidak relevan sejak bubarnya Uni Soviet.

“Amerika datang ke sini dan membawa kapal-kapal perangnya. Siapa musuh mereka? Dulu mereka mengatakan datang untuk menghadapi Uni Soviet. Uni Soviet sudah tidak ada lagi,” katanya.

Selat Hormuz Jadi Sorotan

Selat Hormuz kembali menjadi titik panas konflik. Iran menegaskan jalur tersebut tetap terbuka untuk perdagangan internasional, tetapi menolak aktivitas militer asing yang dianggap mengancam keamanan kawasan.

“Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup bagi penumpukan militer dan segala upaya yang mengganggu keamanan,” kata Rezaei.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dibalas Teheran dan memicu gangguan keamanan di kawasan Teluk, termasuk jalur pelayaran strategis dunia.

Gencatan senjata sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas.

Sejak 13 April, AS disebut memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan tersebut, sehingga memicu eskalasi terbaru antara kedua negara. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Laut Oman #Teheran