batampos - Masyarakat Jepang akan segera melihat perubahan tak biasa di rak - rak minimarket dan supermarket.
Produsen camilan ternama Jepang, Calbee, memutuskan sementara mengganti kemasan berwarna pada sejumlah produk populernya menjadi hitam putih akibat gangguan pasokan tinta cetak.
Keputusan diambil setelah konflik Iran memicu terganggunya distribusi bahan baku industri berbasis minyak bumi, termasuk naphtha yang digunakan untuk produksi tinta warna.
Produk yang terdampak meliputi keripik kentang andalan Calbee, camilan udang Kappa Ebisen dan sereal Frugra.
Kemasan monokrom mulai beredar di Jepang pada 25 Mei 2026. Perusahaan menyebut perubahan hanya terjadi pada desain kemasan dan tidak memengaruhi kualitas maupun isi produk.
Baca Juga: Korban Tewas di Gaza Terus Bertambah, Capai 72.783 Orang
Gangguan pasokan terjadi karena kelangkaan naphtha, bahan turunan minyak bumi yang digunakan dalam produksi tinta cetak industri.
Jepang mengimpor sekitar 40 persen kebutuhan naphtha dari Timur Tengah, sehingga sangat rentan terhadap dampak perang dan penutupan jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Keputusan Calbee langsung menjadi perhatian publik Jepang karena merek tersebut identik dengan kemasan penuh warna.
Perubahan menjadi simbol nyata bagaimana konflik Timur Tengah kini mulai memengaruhi kehidupan sehari - hari masyarakat Jepang bahkan hingga industri makanan ringan.
Pemerintah Jepang berupaya menenangkan masyarakat dengan memastikan stok naphtha nasional masih aman.
Sejumlah sektor manufaktur lain, termasuk plastik, cat, hingga konstruksi, dilaporkan mulai merasakan dampak gangguan bahan baku akibat krisis energi global tersebut.
Calbee didirikan di Hiroshima pada tahun 1949 ketika kota Jepang masih dalam masa pemulihan pasca pengeboman atom.
Perusahaan kemudian berkembang menjadi raksasa makanan ringan dengan produk yang dipasarkan di Asia, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Calbee juga mengakuisisi perusahaan keripik asal Inggris, Seabrook Crisps, pada tahun 2018.(*)
Editor : Juliana Belence