Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Presiden Iran Dikabarkan Ajukan Pengunduran Diri, Pemerintah Bantah Rumor Konflik dengan Garda Revolusi

jpg • Selasa, 2 Juni 2026 | 08:01 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al-Jazeera).
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Al-Jazeera).

batampos – Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan mengajukan surat pengunduran diri kepada kantor Pemimpin Tertinggi Iran di tengah isu memanasnya persaingan pengaruh antara pemerintahan sipil dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Namun hingga kini, laporan tersebut masih menjadi perdebatan karena pemerintah Iran secara resmi membantah kabar tersebut.

Laporan mengenai pengunduran diri Pezeshkian pertama kali muncul melalui media Iran International yang mengutip sumber anonim di lingkaran pemerintahan. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Pezeshkian merasa pemerintahannya semakin tersisih dari proses pengambilan keputusan strategis negara.

Menurut sumber tersebut, dalam surat yang diklaim dikirim pada Minggu (31/5/2026), Pezeshkian menyampaikan bahwa kewenangan pemerintahan sipil telah banyak diambil alih oleh kelompok garis keras di tubuh IRGC sehingga dirinya tidak lagi dapat menjalankan tugas konstitusional secara efektif. 

Laporan itu juga menyebutkan bahwa kondisi tersebut telah menciptakan kebuntuan politik di internal pemerintahan, termasuk dalam sejumlah agenda diplomatik dan kebijakan strategis nasional. 

Meski demikian, tidak lama setelah laporan tersebut beredar, sejumlah pejabat Iran langsung membantah kabar pengunduran diri tersebut. Kantor Presiden Iran menegaskan bahwa Pezeshkian tetap menjalankan tugasnya seperti biasa dan tidak mengajukan pengunduran diri. 

Wakil Komunikasi Kantor Presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei, bahkan menyatakan bahwa Pezeshkian akan terus melayani rakyat Iran dan tidak akan mundur dari jabatannya. 

Dalam rapat kabinet yang digelar pada hari yang sama, Pezeshkian juga menepis rumor tersebut secara tidak langsung. Ia menegaskan akan tetap melanjutkan tugas pemerintahan dan menghadapi berbagai tantangan yang sedang dihadapi Iran. 

Terlepas dari bantahan resmi tersebut, laporan yang beredar kembali menyoroti dinamika hubungan antara pemerintahan sipil Iran dan institusi keamanan, khususnya IRGC. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah laporan internasional memang menggambarkan meningkatnya pengaruh lembaga keamanan dalam berbagai kebijakan strategis negara, terutama di tengah tekanan ekonomi, sanksi internasional, dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung. 

Hingga saat ini belum ada konfirmasi independen yang dapat membuktikan isi surat pengunduran diri yang dilaporkan tersebut. Karena itu, status pengunduran diri Presiden Masoud Pezeshkian masih berada pada level klaim yang diperdebatkan dan belum dapat dipastikan kebenarannya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#masoud mundur #iran