Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Teknologi Militer Masa Depan, Robot Humanoid AS Bantu Operasi Ukraina Lawan Rusia

Juliana Belence • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:15 WIB
Phantom MK-1 mulai memasuki medan tempur di Ukraina. (x.com/MilitarUa_)
Phantom MK-1 mulai memasuki medan tempur di Ukraina. (x.com/MilitarUa_)

batampos - Amerika Serikat dilaporkan tengah menguji robot humanoid di Ukraina untuk membantu berbagai tugas di medan perang, mulai dari distribusi logistik hingga mendukung operasi di wilayah yang berisiko tinggi bagi personel militer.

Penggunaan robot berbentuk manusia menjadi salah satu upaya untuk mengurangi keterlibatan langsung tentara dalam situasi berbahaya. Foundation Future Industries (FFI) telah mengirim robot humanoid bernama Phantom MK-1 ke Ukraina untuk menjalani pengujian lapangan.

Robot difokuskan pada tugas logistik seperti membawa amunisi, perlengkapan medis, dan kebutuhan pasukan di wilayah yang berisiko tinggi terkena serangan.

"Ukraina menjadi lokasi ideal untuk menguji kemampuan robot karena kondisi perang yang berlangsung memberikan tantangan nyata yang sulit direplikasi di laboratorium," ujar CEO FFI, Sankaet Pathak, dikutip dari AS USA, Selasa (2/5).

Pengalaman dari medan perang akan digunakan untuk menyempurnakan teknologi robot humanoid yang nantinya bisa diterapkan dalam berbagai sektor, termasuk pertahanan.

Baca Juga: Trump: AS Siap Menunggu, Blokade terhadap Iran Tetap Berlaku Meski Negosiasi Terhenti

Phantom MK-1 masih memiliki sejumlah keterbatasan, termasuk kapasitas angkut yang relatif kecil dan ketahanan operasional yang belum opsional. 

Perusahaan tengah menyiapkan generasi berikutnya bernama Phantom 2 yang diklaim memiliki kemampuan membawa bebas lebih besar, daya tahan lebih baik, serta sistem navigasi yang lebih canggih.

Pengembangan robot humanoid militer menjadi bagian dari tren global dalam modernisasi angkatan bersenjata. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi gerakan tubuh, navigasi otonom, serta kemampuan robot untuk meniru aktivitas manusia secara lebih alami. 

Teknologi tersebut diproyeksikan akan memperluas peran robot di medan perang dalam beberapa tahun ke depan. 

Laporan menyebut perusahaan telah memperoleh kontrak penelitian senilai sekitar US$24 juta dari pemerintah Amerika Serikat untuk pengembangan teknologi robotika yang dapat digunakan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara AS. 

Hasil uji coba di Ukraina nantinya akan menjadi dasar bagi kemungkinan penggunaan robot humanoid dalam operasi militer Amerika di masa depan.(*)

Editor : Juliana Belence
#robot humanoid #Foundation Future Industries (FFI) #amerika serikat #ukraina