batampos – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Iran dan Oman akan mengelola Selat Hormuz secara bersama-sama sesuai ketentuan hukum internasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam siaran televisi pemerintah Iran yang mengutip wawancara Araghchi dengan media Lebanon.
Menurut Araghchi, Iran dan Oman memiliki hak yang sah untuk berkoordinasi dalam pengelolaan jalur pelayaran strategis tersebut karena kedua negara berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.
“Iran dan Oman, sebagai dua negara yang berada di sekitar Selat Hormuz, memiliki hak alami untuk bekerja sama dan mengambil keputusan terkait pengelolaan selat ini,” ujar Araghchi, Kamis (4/6).
Meski demikian, Araghchi menegaskan Iran tetap akan berdialog dan bertukar pandangan dengan negara-negara kawasan Teluk mengenai berbagai perkembangan yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Namun, keputusan utama mengenai tata kelola selat tersebut akan berada di tangan Iran dan Oman.
Ia menjelaskan bahwa kerja sama kedua negara difokuskan untuk menjamin keamanan dan kelancaran pelayaran internasional melalui Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia.
“Tujuan kami adalah memastikan seluruh kapal dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz sesuai prinsip-prinsip hukum internasional,” katanya.
Selain membahas isu maritim, Araghchi juga menyinggung kondisi politik dalam negeri Iran. Ia menyatakan komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, berjalan intensif dan berbagai arahan strategis terus dijalankan oleh pemerintah.
Menurutnya, terdapat konsensus nasional yang kuat dalam mendukung kepemimpinan negara dan pemerintahan saat ini.
“Urusan negara berjalan ke arah yang sangat baik dan terdapat kesatuan sikap yang luas dalam mendukung kepemimpinan nasional,” ujarnya.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Jalur ini menjadi salah satu rute terpenting bagi perdagangan minyak dunia, dengan sebagian besar ekspor energi dari kawasan Teluk melewati perairan tersebut. Ketegangan geopolitik yang terjadi di kawasan dalam beberapa tahun terakhir menjadikan Selat Hormuz sebagai salah satu titik perhatian utama dalam keamanan maritim internasional. (*)
Editor : Jamil Qasim