Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Trump Batalkan Rencana Rebut Uranium Iran, Kesepakatan Damai Makin Dekat

Antara • Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:30 WIB
Donald Trump klaim kesepakatan disetujui Iran. (x.com/XtexasgirlX)
Donald Trump. (x.com/XtexasgirlX)

batampoos – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menunda rencana operasi militer darat yang disiapkan Pentagon untuk merebut cadangan uranium yang diperkaya milik Iran. Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

Laporan CNN yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan bahwa militer AS sempat menyiapkan skenario operasi darat guna menguasai uranium Iran secara paksa. Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan rahasia Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine ke markas Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) di Florida pada akhir Mei lalu.

Dalam kunjungan itu, Caine menerima pemaparan terkait opsi militer yang disusun untuk menghadapi program nuklir Iran, termasuk kemungkinan merebut stok uranium yang telah diperkaya tinggi.

Namun, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, Trump memutuskan menunda rencana itu setelah mendapat peringatan bahwa operasi militer berisiko memicu respons keras dari Iran, memperpanjang konflik di kawasan Timur Tengah, serta memperburuk ketidakstabilan ekonomi global.

Selain itu, Trump juga disebut khawatir terhadap potensi jatuhnya korban dalam jumlah besar di pihak militer Amerika Serikat apabila operasi tersebut dilaksanakan.

Keputusan menunda opsi militer itu muncul ketika upaya diplomatik antara AS dan Iran menunjukkan perkembangan positif.

Pada Kamis (12/6), Trump menyatakan bahwa poin-poin utama dalam perjanjian perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran telah disepakati oleh seluruh pihak yang terlibat, termasuk Israel. Ia bahkan menyebut kesepakatan berpeluang dirampungkan dalam beberapa hari dan dapat ditandatangani paling cepat akhir pekan ini di Eropa.

Pernyataan tersebut kemudian diperkuat oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang mengonfirmasi bahwa kedua pihak telah mencapai kesepahaman terhadap pokok-pokok utama dalam rancangan nota kesepahaman.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah berada sedekat ini untuk mencapai kesepakatan sejak ketegangan kedua negara meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengungkapkan bahwa teks akhir kesepakatan damai telah berhasil disusun dan mendapat persetujuan para pihak terkait.

Jika kesepakatan tersebut benar-benar tercapai, maka hal itu berpotensi menjadi terobosan diplomatik besar yang dapat meredakan ketegangan terkait program nuklir Iran sekaligus mengurangi risiko konflik berskala luas di kawasan Timur Tengah. (*)

Editor : Jamil Qasim
#uranium #donald trump