Batampos - Keputusan Arab Saudi melanjutkan impor produk dari Lebanon tidak hanya memiliki signifikansi ekonomi tetapi juga makna politik yang penting bagi Lebanon dan dipandang sebagai sinyal dukungan dari jazirah Arab itu.
"Keputusan ini mencerminkan dua hal. Di luar dampak ekonomi, keputusan ini memiliki signifikansi politik yang sangat penting. Gagasan bahwa Lebanon telah terpinggirkan dari dunia Arab tidak dapat diterima," ujar Perdana Menteri Lebanon melalui Menteri Ekonomi Lebanon, Amer Bisat, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: Meutya Ajak Generasi Muda Ciptakan Ruang Digital Aman dan Sehat
Keputusan ini dapat menandai awal kembalinya Lebanon ke ruang ekonomi Arab dan membuka peluang baru bagi produsen Lebanon, tambahnya.
Sebelumnya, Arab Saudi mengumumkan pencabutan pembatasan impor dari Lebanon yang telah berlaku sejak April 2021.
Riyadh mengatakan keputusan tersebut dibuat setelah konsultasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan mengingat langkah-langkah yang diambil oleh Beirut untuk memperketat kontrol ekspor dan memerangi penyelundupan.
Sebelum kebijakan pembatasan tersebut, negara-negara di kawasan Teluk menyumbang sekitar 45 persen dari ekspor pertanian Lebanon, dengan Arab Saudi tetap menjadi salah satu pasar terbesar bagi produsen Lebanon. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak