Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran-AS Capai Kesepakatan Bersejarah, Qatar Yakin Timur Tengah Lebih Stabil

Antara • Rabu, 17 Juni 2026 | 11:01 WIB
Menyusul pengumuman kesepakatan kerangka kerja pendahuluan antara Amerika Serikat dan Iran, beragam opini politik muncul di seluruh ibu kota, meskipun sebagian besar masyarakat tetap optimis tentang gencatan senjata yang langgeng menjelang upacara penandatanganan nota kesepahaman resmi yang dijadwalkan pada hari Jumat, 19 Juni, di Jenewa, Swiss. Anadolu Agency/pri.
Menyusul pengumuman kesepakatan kerangka kerja pendahuluan antara Amerika Serikat dan Iran, beragam opini politik muncul di seluruh ibu kota, meskipun sebagian besar masyarakat tetap optimis tentang gencatan senjata yang langgeng menjelang upacara penandatanganan nota kesepahaman resmi yang dijadwalkan pada hari Jumat, 19 Juni, di Jenewa, Swiss. Anadolu Agency/pri.

batampos – Qatar menyambut positif tercapainya nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni mendatang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi langkah awal menuju terciptanya konsensus regional yang lebih luas guna menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.

"Kesepakatan saat ini adalah langkah pertama untuk mewujudkan konsensus regional yang lebih luas, yang akan menjamin stabilitas di kawasan ini," ujar Al Ansari dalam konferensi pers, Selasa.

Baca Juga: Polda Kepri Ingatkan Karoseri Tak Abaikan Standar Keselamatan Kendaraan

Menurutnya, penandatanganan memorandum antara Teheran dan Washington diharapkan membuka jalan bagi proses negosiasi yang lebih produktif pada masa mendatang. Qatar, yang selama ini berperan aktif dalam berbagai upaya mediasi regional, menyatakan optimisme bahwa dialog kedua negara dapat meredakan ketegangan yang telah berlangsung lama.

"Kami optimistis bahwa mediasi antara AS dan Iran akan mengakhiri konflik dan membawa stabilitas, termasuk dimulainya kembali pelayaran melalui Selat Hormuz," katanya.

Iran dan Amerika Serikat telah mengonfirmasi bahwa isi memorandum tersebut telah disepakati dan siap ditandatangani secara resmi. Kesepakatan ini dinilai sebagai perkembangan penting dalam hubungan kedua negara yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan politik dan militer.

Pemerintah Iran menyebut memorandum itu berpotensi mengakhiri berbagai bentuk permusuhan militer di sejumlah kawasan konflik, termasuk di Lebanon. Jika terealisasi, kesepakatan tersebut dapat menjadi titik balik bagi upaya perdamaian dan keamanan di Timur Tengah. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Iran-AS Capai Kesepakatan #qatar