Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kapal Singapura Diduga Diserang Garda Revolusi Iran, Pusat Kendali Rusak

jpg • Jumat, 26 Juni 2026 | 11:31 WIB
Situasi Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa.
Situasi Selat Hormuz di dekat Khasab, kota kecil di Oman utara, Sabtu (20/6/2026). ANTARA/Xinhua/Wen Xinnian/aa.

batampos - Sebuah kapal kargo berbendera Singapura diduga menjadi sasaran tembakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran saat melintas di Selat Hormuz. Dugaan tersebut diungkap The Wall Street Journal dalam laporannya pada Kamis (25/6), mengutip sejumlah pejabat dan pelaut Amerika Serikat.

Menurut laporan itu, Angkatan Laut Iran tidak mengirimkan peringatan melalui radio maupun memerintahkan kapal untuk berbalik arah sebelum melepaskan tembakan.

Insiden tersebut dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, pusat kendali kapal mengalami kerusakan akibat serangan yang diduga dilakukan oleh IRGC.

Menanggapi situasi keamanan di kawasan, Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, pada Selasa (23/6) mengumumkan dimulainya proses evakuasi ribuan pelaut dari kapal-kapal yang terdampar di Teluk Persia akibat gangguan pelayaran.

Dominguez menjelaskan kapal yang mengalami kerusakan tersebut tidak termasuk dalam operasi evakuasi yang dilakukan IMO.

Sementara itu, Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright mengatakan lebih dari 70 kapal yang mengangkut sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Pernyataan itu menunjukkan jalur pelayaran strategis tersebut masih tetap beroperasi meski situasi keamanan belum sepenuhnya stabil.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani sebuah memorandum yang mengakhiri konflik yang berlangsung sejak 28 Februari.

Kesepakatan itu mengatur pencabutan bertahap blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran oleh Amerika Serikat, serta komitmen Iran untuk memulihkan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu, Iran menyatakan tidak akan mengembangkan senjata nuklir. Persoalan program nuklir Teheran akan dibahas lebih lanjut melalui perundingan terpisah yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu 60 hari, dengan pencabutan sanksi ekonomi menjadi salah satu prioritas utama Iran.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Iran maupun pemerintah Singapura terkait dugaan serangan terhadap kapal tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Kapal Singapura #selat hormuz