Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Harga Minyak Dunia Kembali Naik, Ketegangan AS-Iran Bayangi Pasokan Global

jpg • Rabu, 1 Juli 2026 | 11:01 WIB
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak (Sumber: Getty Images)
Konflik yang melanda Timur Tengah mengakibatkan harga minyak dunia melonjak (Sumber: Getty Images)

batampos - Harga minyak mentah dunia kembali menguat pada perdagangan Selasa (1/7), seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Berdasarkan data Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 0,1 persen menjadi 73,44 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 0,8 persen ke level 70,05 dolar AS per barel.

Pasar masih mencermati perkembangan hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran. Prospek negosiasi kedua negara dinilai akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pasokan minyak dunia, terutama melalui jalur strategis Selat Hormuz.

Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan investor mulai memperhitungkan peluang hasil positif dari pembicaraan yang direncanakan berlangsung di Doha, Qatar. Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati karena normalisasi arus pelayaran di Selat Hormuz belum benar-benar terwujud.

"Pasar tetap berhati-hati namun optimistis, sambil tetap mengantisipasi berbagai kemungkinan hingga ada tanda-tanda deeskalasi yang lebih nyata," ujar Waterer, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyatakan para ahli dari Iran dan Oman akan memulai pembahasan dalam beberapa hari ke depan untuk mendefinisikan kembali jalur transit kapal di Selat Hormuz.

Menurutnya, Iran akan berupaya mencegah kapal-kapal berlayar di luar jalur yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan belum ada agenda perundingan langsung dengan Amerika Serikat dalam beberapa hari ke depan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan belum bisa memastikan hasil dari rencana pertemuan tersebut.

"Pertemuan di Doha mungkin akan menjadi penting, mungkin juga tidak. Kita akan segera mengetahuinya," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval.

Ketidakpastian mengenai kelanjutan dialog kedua negara menunjukkan masih rapuhnya kesepakatan penghentian sementara konflik yang dicapai pada 17 Juni lalu. Kondisi tersebut terus membayangi stabilitas pasokan minyak global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pengiriman minyak paling vital di dunia. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Ketegangan AS-Iran #harga minyak dunia