Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Trump Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran, Serangan Udara AS Kembali Mengguncang Timur Tengah

Juliana Belence • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:15 WIB
Donald Trump akhiri gencatan senjata dengan Iran. (x.com/DemocraticWins)
Donald Trump akhiri gencatan senjata dengan Iran. (x.com/DemocraticWins)

batampos - Presiden Donald Trump mengumumkan berakhirnya gencatan senjata sementara yang sebelumnya menjadi harapan meredakan konflik kedua negara. Tidak lama setelah pernyataan, militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap sejumlah fasilitas militer Iran.

Keputusan Amerika Serikat diambil setelah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, termasuk dugaan serangan Iran terhadap kapal - kapal komersial yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa gelombang terbaru operasi militer telah menghantam lebih dari 80 sasaran di wilayah Iran. 

Target serangan mencakup sistem pertahanan udara radar, lokasi peluncuran rudal antikapal, serta infrastruktur militer yang dinilai mampu mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

"Memorandum kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang menjadi dasar gencatan senjata sudah tidak lagi berlaku," ujar Donald Trump dalam pidatonya di sela pertemuan NATO di Ankara, Turki, dikutip dari Reuters, Kamis (9/7).

Baca Juga: Operasi Militer Terbaru Amerika Serikat Gempur 80 Target Iran, Ancaman di Selat Hormuz Meningkat

Amerika Serikat tidak akan tinggal diam setelah serangan terhadap kapal dagang dan awak sipil di Selat Hormuz, serta menyebut operasi militer terbaru sebagai bentuk pembalasan atas tindakan Iran.

Amerika Serikat dan Iran sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan. 

Perjanjian dimaksudkan untuk memberikan waktu bagi kedua negara melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan sanksi ekonomi. 

Namun, serangkaian insiden keamanan di kawasan membuat kesepakatan itu akhirnya runtuh. Sebagai balasan atas serangan AS, Iran meluncurkan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Qatar.

Otoritas Iran menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya di Selat Hormuz. Aksi saling serang memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali berkembang menjadi perang terbuka di kawasan Teluk Persia.

Harga minyak dunia melonjak karena investor mengkhawatirkan terganggunya pasokan energi melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. 

Sejumlah negara sekutu dan mediator terus mendorong Amerika Serikat dan Iran kembali ke meja perundingan guna mencegah konflik semakin meluas.(*)

Editor : Juliana Belence
#gencatan senjata #selat hormuz #serangan #donald trump #iran