Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Iran Tutup Selat Hormuz, Ketegangan dengan AS Kembali Picu Kekhawatiran Global

Juliana Belence • Minggu, 12 Juli 2026 | 11:15 WIB
Iran kembali menutup Selat Hormuz. (x.com/ChinaDaily)
Iran kembali menutup Selat Hormuz. (x.com/ChinaDaily)

batampos - Jalur pelayaran paling strategis di dunia kembali menjadi pusat perhatian setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Keputusan tersebut memperburuk ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan energi global.

Penutupan Selat Hormuz diumumkan menyusul insiden yang melibatkan sebuah kapal dagang di kawasan.

Pengumuman disampaikan Angkatan Laut IRGC melalui media pemerintah Iran pada Minggu (12/7). 

Otoritas Iran menyatakan penutupan dilakukan setelah sebuah kapal yang disebut melintas di jalur pelayaran tanpa izin dihentikan dengan tembakan peringatan. 

Baca Juga: Mojtaba Tegaskan Akan Balas Kematian Ali Khamenei, AS-Iran Kembali Memanas

Insiden menjadi pemicu terbaru memburuknya hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Kapal yang terlibat adalah kapal kontainer berbendera Siprus, M/V GFS Galaxy. 

Iran mengklaim kapal menggunakan rute yang tidak disetujui, sementara Amerika Serikat menilai tindakan IRGC mengancam kebebasan navigasi di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.

Militer AS melancarkan serangan baru terhadap sejumlah sasaran di Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi diperintahkan Presiden Donald Trump sebagai balasan atas serangan terhadap kapal sipil dan untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi rute utama pengiriman minyak mentah serta gas alam cair (LNG) dunia. 

Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati selat, sehingga setiap gangguan berpotensi memicu lonjakan harga energi, biaya logistik, hingga inflasi di berbagai negara.

Iran memperingatkan bahwa setiap upaya membuka kembali Selat Hormuz melalui aksi militer akan dibalas dengan respons yang lebih keras. 

Sejumlah negara dan pelaku industri pelayaran memantau perkembangan situasi karena penutupan jalur berisiko mengganggu distribusi energi global dan meningkatkan premi asuransi kapal yang melintas di kawasan Teluk.(*)

Editor : Juliana Belence
#ketegangan #Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) #penutupan #selat hormuz #iran