batampos – China dan Pakistan menyerukan Amerika Serikat (AS) serta Iran untuk segera menghentikan permusuhan dan kembali melanjutkan dialog guna meredakan ketegangan yang terus meningkat.
Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar di Shanghai, Rabu (15/7), sebagaimana tertuang dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China yang dirilis Jumat (17/7).
Dalam pertemuan itu, kedua menteri menyatakan keprihatinan atas memburuknya situasi keamanan dan mendesak seluruh pihak yang terlibat untuk segera menghentikan aksi permusuhan.
Mereka juga meminta semua pihak mengatasi berbagai hambatan, menghilangkan gangguan, memulai kembali kontak, melanjutkan dialog, serta mengupayakan tercapainya kesepakatan damai yang komprehensif melalui jalur perundingan.
Selain itu, China dan Pakistan menilai masyarakat internasional perlu terus memberikan dukungan terhadap berbagai upaya penyelesaian damai tersebut.
Wang Yi memberikan apresiasi terhadap peran mediasi yang dilakukan Pakistan dan menyebut nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tahap pertama antara AS dan Iran sebagai sebuah capaian penting yang tidak mudah diwujudkan.
“Ketentuan inti dalam memorandum tersebut tidak hanya sejalan dengan kepentingan mendasar dan jangka panjang para pihak yang terlibat, tetapi juga memenuhi harapan bersama masyarakat internasional,” kata Wang.
Ia menegaskan bahwa peluang menuju perdamaian kini sudah terbuka dan tidak boleh disia-siakan.
“China, seperti biasa, akan mendukung upaya mediasi Pakistan dan akan terus memainkan peran konstruktif dalam mempromosikan de-eskalasi dengan caranya sendiri,” ujarnya.
Pernyataan bersama itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang dalam beberapa hari terakhir saling melancarkan serangan militer di tengah memanasnya situasi di kawasan Selat Hormuz. (*)
Editor : Jamil Qasim