Iran Klaim 75 Persen Rudal dan Drone Masih Utuh, Siap Hadapi Perang Panjang dengan AS

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:57 WIB
Ilustrasi rudal Iran. (AP)
Ilustrasi rudal Iran. (AP)

batampos – Iran mengklaim masih memiliki lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone yang siap digunakan setelah menghadapi serangkaian serangan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Klaim tersebut menjadi sinyal bahwa Teheran menilai masih memiliki persenjataan yang cukup untuk menghadapi konflik berkepanjangan. Namun, angka tersebut merupakan klaim dari pihak Iran dan bertolak belakang dengan penilaian Presiden AS Donald Trump mengenai kondisi persenjataan Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Komandan Angkatan Darat Iran untuk Urusan Eksekutif Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh, seperti dikutip kantor berita resmi Iran, IRNA.

Baca Juga: Pilot Malaysia Ditangkap di Jakarta, Polisi Ungkap Cara Loloskan 26 Kg Narkoba dari KLIA

Menurut Sheikh, serangan Israel dan AS tidak berhasil melumpuhkan sebagian besar kemampuan rudal dan drone Iran. Ia menyebut persenjataan tersebut masih dalam kondisi siap digunakan.

“Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran tetap utuh dan siap,” kata Sheikh.

Sheikh menilai serangan AS dan Israel tidak seefektif yang diklaim Washington. Karena itu, Iran disebut masih memiliki kemampuan untuk melanjutkan operasi militernya apabila konflik terus berlanjut.

Ia bahkan menggambarkan sistem drone Iran sebagai “mimpi buruk” bagi AS dan sekutunya, Israel.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Teheran tidak menganggap kemampuan militernya telah terkuras akibat serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.

Jika klaim tersebut akurat, Iran masih memiliki persediaan rudal dan drone dalam jumlah signifikan untuk merespons serangan berikutnya. Kondisi itu juga dapat menjadi modal strategis jika konflik berkembang menjadi perang berkepanjangan.

Baca Juga: Perkara Yehezkiel Berlanjut ke Kejaksaan, Berkas Dinyatakan Lengkap

Klaim Iran Berlawanan dengan Trump

Angka yang disampaikan Sheikh bertolak belakang dengan penilaian Trump mengenai kondisi persenjataan Iran.

Bulan sebelumnya, Trump mengatakan Iran hanya memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari stok rudal yang dimiliki sebelum serangan.

Perbedaan angka tersebut memperlihatkan adanya pertarungan narasi mengenai seberapa besar dampak serangan AS dan Israel terhadap kekuatan militer Iran.

Di satu sisi, Teheran berupaya menunjukkan bahwa kemampuan militernya masih relatif utuh. Di sisi lain, Washington menggambarkan serangan yang dilakukan telah mengurangi kemampuan persenjataan Iran secara signifikan.

Rudal dan drone menjadi bagian penting dari kemampuan militer Iran. Kedua jenis persenjataan tersebut memungkinkan Teheran menyerang sasaran dari jarak jauh tanpa harus mengerahkan pasukan darat dalam jumlah besar.

Baca Juga: F1 Club Planet Holiday Disegel, Bareskrim Perluas Penindakan Tempat Hiburan di Batam

Karena itu, jika klaim Iran mengenai 75 persen persenjataan yang masih tersedia benar, keberadaan stok tersebut dapat menjadi faktor penting dalam kemampuan Teheran mempertahankan operasi militer apabila konflik berlangsung lebih lama. (*)

Editor : M Tahang
Perang Iran vs AS Perang Panjang Rudal dan Drone iran