batampos - Di tengah mahalnya biaya pendidikan di berbagai negara, sebuah sekolah swasta di Cape Town, Afrika Selatan, justru menawarkan pendidikan berkualitas secara gratis hingga 19 tahun kepada para siswanya.
Sekolah tersebut adalah Christel House South Africa, yang tidak hanya membebaskan biaya sekolah, tetapi juga menyediakan transportasi, seragam, buku, makan, layanan kesehatan, hingga pendampingan karier setelah lulus.
Program ini merupakan bagian dari jaringan pendidikan internasional Christel House International yang didirikan oleh pengusaha sekaligus filantropis asal Jerman-Amerika, Christel DeHaan.
Berawal dari Kisah Seorang Miliarder
Christel DeHaan lahir di Nördlingen, Jerman, pada 1942. Saat berusia 16 tahun, ia pindah ke Inggris untuk bekerja sebagai pengasuh anak sebelum bermigrasi ke Amerika Serikat pada usia 20 tahun.
Pada 1974, bersama mantan suaminya, Jon DeHaan, ia mendirikan Resort Condominiums International (RCI), perusahaan pelopor bisnis timeshare.
Setelah bercerai pada 1987, DeHaan memperoleh kepemilikan perusahaan yang kemudian membuat kekayaannya mencapai sekitar US$950 juta.
Perjalanan hidupnya berubah ketika ia bertemu seorang biarawati yang merawat anak-anak yatim dan terlantar di Mexico City. Pengalaman itu membuatnya menyadari bahwa pendidikan saja tidak cukup untuk memutus rantai kemiskinan.
Menurutnya, anak-anak juga membutuhkan gizi yang baik, layanan kesehatan, pembinaan karakter, dukungan keluarga, serta pendampingan menuju dunia kerja.
Pada 1998, ia mendirikan Christel House International dan menyumbangkan sekitar US$220 juta untuk membangun sekolah-sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Pendidikan Gratis dengan Dukungan Menyeluruh
Christel House South Africa didirikan pada 2001 dan mulai menerima siswa pada 2002 di kawasan Athlone, Cape Town.
Seiring meningkatnya jumlah siswa, sekolah tersebut kemudian berkembang dan kini beroperasi di kawasan Ottery.
Saat ini, sekolah melayani sekitar 1.000 siswa dari tingkat Grade RR hingga Grade 12, serta mendampingi lebih dari 250 alumni setelah lulus sekolah.
Program-programnya juga menjangkau lebih dari 3.000 orang tua dan anggota masyarakat.
Selain pendidikan gratis, para siswa memperoleh berbagai fasilitas, antara lain:
- Transportasi pulang-pergi.
- Makanan setiap hari.
- Seragam dan buku pelajaran.
- Layanan kesehatan.
- Konseling psikologis.
- Pendampingan pekerja sosial.
- Bimbingan masuk perguruan tinggi dan dunia kerja.
Dukungan tersebut dapat berlangsung hingga 19 tahun, mulai dari pendidikan usia dini hingga lima tahun setelah siswa menyelesaikan sekolah menengah.
Tingkat Kelulusan Mencapai 99 Persen
Christel House South Africa mencatat rata-rata tingkat kelulusan 99 persen sejak pertama kali beroperasi.
Sekitar 93 hingga 95 persen alumninya melanjutkan pendidikan, mengikuti pelatihan, atau telah bekerja.
Salah satu alumninya adalah Nathan Daniels, yang berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran di Stellenbosch University dan kini berprofesi sebagai dokter.
"Pengalaman saya di Christel House telah mengubah hidup saya. Saya tidak akan berada di titik ini tanpa bantuan sekolah," katanya.
Alumni lainnya, Lericia Solomon, yang pernah mengalami masa kecil tanpa tempat tinggal tetap, kini bekerja sebagai supervisor pelatihan karyawan di sebuah perusahaan teknologi.
Sementara itu, Nontando Fani, yang dibesarkan di rumah sederhana di kawasan Langa, menjadi lulusan terbaik sekolah pada 2009 sebelum meraih gelar di bidang teknik kimia dan manajemen mutu serta mendirikan usahanya sendiri.
Didukung Berbagai Lembaga Filantropi
Kesuksesan Christel House South Africa turut didukung sejumlah organisasi filantropi, termasuk yayasan yang berafiliasi dengan miliarder Johann Rupert dan Michael Dell.
Dukungan tersebut digunakan untuk memperkuat layanan kesehatan, program gizi, literasi digital, hingga pendidikan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).
Baru-baru ini, sekolah juga membuka gedung sekolah menengah baru di kampus Ottery dan tengah menggalang dana untuk membangun kampus terpadu baru yang melayani siswa dari tingkat Grade RR hingga Grade 12.
Model pendidikan yang diterapkan Christel House menunjukkan bahwa ketika hambatan ekonomi dihilangkan dan kebutuhan dasar siswa dipenuhi, peluang mereka untuk keluar dari lingkaran kemiskinan menjadi jauh lebih besar. (*)
Editor : Putut Ariyo