batampos – Tim aerobatik Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Red Arrows dijadwalkan kembali ke markas mereka di RAF Waddington, Lincolnshire, setelah sempat tertahan di Kanada akibat cuaca buruk.
Sebelumnya, Red Arrows dijadwalkan pulang ke Inggris usai menyelesaikan tur di Amerika Serikat. Namun, prakiraan cuaca buruk di wilayah timur laut Kanada memaksa armada tersebut menunda penerbangan.
Akibat penundaan itu, Red Arrows terpaksa membatalkan penampilan pada sejumlah agenda musim panas di Inggris, termasuk Airbourne: Eastbourne International Airshow, Royal Edinburgh Military Tattoo, dan Lyme Regis Lifeboat Week.
Pesawat-pesawat Red Arrows yang tidak memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara akhirnya tiba di RAF Lossiemouth, Skotlandia, pada Minggu (waktu setempat). Dalam perjalanan pulang dari Amerika Utara, tim melakukan beberapa kali pemberhentian untuk mengisi bahan bakar di Greenland dan Islandia.
Melalui unggahan di media sosial, Red Arrows menyampaikan bahwa mereka telah kembali ke Inggris dan hanya menyisakan satu penerbangan menuju markas utama di RAF Waddington sebagai bagian dari misi kepulangan Operation Eagle Hawk.
Selama ketidakhadiran Red Arrows, kelompok atraksi asal Devon, Bradninch Red Barrows, tampil menggantikan mereka dalam sejumlah acara. Kelompok yang dikenal lewat pertunjukan parodi menggunakan gerobak dorong itu dibentuk untuk menggalang dana bagi kegiatan amal.
Selain itu, penyelenggara Eastbourne Airshow juga menambahkan penampilan pesawat legendaris Boeing B-17 Flying Fortress Sally B, satu-satunya pesawat jenis tersebut yang masih laik terbang di Eropa, untuk melengkapi jadwal pertunjukan.
Setelah kembali ke Inggris, Red Arrows dijadwalkan melanjutkan rangkaian pertunjukan musim panas dengan tampil di Cromer Carnival, Norfolk, pada Rabu waktu setempat.
Teks Foto: Armada tim aerobatik RAF Red Arrows tiba di RAF Lossiemouth, Skotlandia, setelah menyelesaikan perjalanan pulang dari Amerika Utara yang sempat tertunda akibat cuaca buruk di Kanada. (*)
Editor : Putut Ariyo