batampos – Upaya penyelamatan salah satu spesies bebek paling langka di dunia mencatat kemajuan penting. Enam ekor Madagascar pochard berhasil mencapai usia dewasa setelah menetas dari telur yang dikumpulkan langsung dari alam liar di Madagaskar.
Keberhasilan ini diumumkan oleh Durrell Wildlife Conservation Trust, lembaga konservasi berbasis di Jersey, yang menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya melindungi spesies yang sempat dinyatakan punah.
Telur-telur itu diambil dari sarang liar di Danau Matsaborimena, Madagaskar barat laut. Tim konservasi harus membawa telur sejauh sekitar 44 kilometer dengan berjalan kaki sebelum dipindahkan ke pusat penangkaran khusus di Antsohihy untuk dierami hingga menetas.
Madagascar pochard sebelumnya sempat diyakini telah punah sebelum akhirnya ditemukan kembali pada 2006 di satu-satunya lokasi perkembangbiakan liar yang diketahui di dunia.
Menetas dari 15 Telur yang Diselamatkan
Sebanyak 15 telur fertil berhasil dikumpulkan dalam operasi yang melibatkan Durrell Wildlife Conservation Trust dan The Peregrine Fund.
Telur-telur tersebut diangkut menggunakan kotak pendingin khusus sebelum dibawa ke pusat penangkaran, tempat enam anak bebek akhirnya berhasil menetas dan tumbuh hingga dewasa dalam kondisi sehat.
Ahli biologi konservasi Durrell, Roland Digby, mengatakan keberhasilan tersebut membuktikan bahwa penyelamatan telur dari alam liar dapat menjadi strategi efektif ketika sarang berada dalam kondisi terancam.
"Kami telah menunjukkan bahwa ketika kondisi mengharuskan, telur dapat dikumpulkan dengan aman dari alam liar, dibawa dengan berjalan kaki, lalu dierami hingga menghasilkan burung yang sehat," ujarnya.
Populasi Masih Sangat Terbatas
Menurut Durrell, pencapaian ini sangat penting karena Madagascar pochard hanya memiliki satu lokasi bersarang alami yang diketahui di seluruh dunia.
Sejak spesies tersebut ditemukan kembali pada 2006, berbagai program pemulihan terus dilakukan, mulai dari restorasi habitat, penangkaran, hingga pelepasliaran ke alam.
Saat ini populasi Madagascar pochard diperkirakan mencapai sekitar 180 ekor, yang tersebar di habitat liar maupun pusat penangkaran.
Rinciannya meliputi:
- 51 ekor di pusat penangkaran Durrell
- 82 ekor di Bemanevika
- 74 ekor di Danau Sofia
Bukti Pentingnya Konservasi Jangka Panjang
Chief Executive Durrell Wildlife Conservation Trust, Rebecca Brewer, mengatakan keberhasilan ini bukan sekadar tentang enam ekor bebek, melainkan bukti bahwa konservasi jangka panjang mampu menyelamatkan spesies dari ambang kepunahan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak, ketekunan, dan komitmen yang terus dijaga selama bertahun-tahun. (*)
Editor : Putut Ariyo