
batampos – Tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah titik di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, mulai diangkut oleh petugas kebersihan pada Kamis (11/6/2026) pagi. Sebelumnya, kondisi sampah yang menumpuk hingga meluber ke badan jalan dikeluhkan warga karena menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Koordinator Satgas Kebersihan Kecamatan Bintan Utara, Misyanto, mengakui penanganan sampah sempat terkendala dalam beberapa hari terakhir akibat keterbatasan armada pengangkut.
Menurutnya, satu dari tiga truk pengangkut sampah mengalami kerusakan pada bagian sasis sehingga tidak dapat dioperasikan. Sementara satu unit lainnya belum bisa digunakan karena masih terkendala administrasi kartu bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
“Satu dari tiga truk pengangkut sampah rusak pada bagian casis. Satu truk lagi belum dioperasikan karena belum memiliki kartu BBM subsidi,” ujarnya.
Baca Juga: Kepesertaan JKN di Batam Capai 96,82 Persen, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Digitalisasi
Ia menjelaskan, selama ini pengangkutan sampah dari Tanjunguban menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kijang mengandalkan dua unit truk dengan total volume sampah yang diangkut mencapai sekitar 10 ton per hari.
Dalam kondisi normal, armada melakukan empat kali perjalanan setiap hari, yakni dua kali pada pagi hari dan dua kali pada siang hari. Namun, frekuensi pengangkutan dapat berkurang apabila cuaca tidak mendukung.
“Biasanya empat trip per hari, pengantaran pagi dan siang. Tapi tergantung cuaca, kalau hujan hanya tiga trip,” katanya.
Selain keterbatasan armada, Satgas Kebersihan juga menghadapi kendala bertambahnya jarak tempuh menuju TPA setelah adanya pengalihan arus lalu lintas dari Jalan Lintas Barat ke Jalan Lama Tanjungpinang–Tanjunguban.
Sebelumnya, jarak menuju TPA Kijang sekitar 74 kilometer. Kini, jarak tersebut bertambah menjadi sekitar 92 kilometer untuk satu kali perjalanan.


