Singapura Rogoh Rp67 Triliun untuk 20 Jet Tempur Siluman F-35, Pengiriman Dimulai Akhir 2026

jpg • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 22:15 WIB
ilustrasi  jet tempur siluman F-35
ilustrasi jet tempur siluman F-35

batampos – Pemerintah Singapura mengalokasikan dana sekitar US$4,06 miliar atau setara Rp67 triliun (sekitar S$5,17 miliar) untuk pengadaan 20 jet tempur siluman F-35 beserta perlengkapan pendukungnya. Nilai kontrak tersebut untuk pertama kalinya diungkap secara resmi melalui laporan Departemen Perang Amerika Serikat. Demikian seperti dilansir oleh straitstimes.com

Laporan yang diterbitkan pada April 2026 dan dipublikasikan pada 3 Agustus itu juga mengungkap jadwal pengiriman pesawat tempur generasi kelima tersebut, termasuk lokasi penempatannya.

Jet F-35 pertama milik Republic of Singapore Air Force (RSAF) dijadwalkan tiba di pangkalan udara Amerika Serikat pada akhir 2026. Sementara itu, armada tersebut baru akan mulai ditempatkan di Singapura pada 2029.

Dari total 20 unit yang dipesan, sebanyak 12 pesawat merupakan varian F-35B yang memiliki kemampuan short take-off and vertical landing (STOVL) atau lepas landas dengan landasan pendek serta mendarat secara vertikal seperti helikopter.

Seluruh F-35B akan ditempatkan secara permanen di Ebbing Air National Guard Base, Fort Smith, Arkansas, Amerika Serikat. Lokasi tersebut juga akan menjadi pusat pelatihan pilot RSAF untuk mengoperasikan F-35.

Kemampuan STOVL dinilai sangat penting bagi Singapura yang memiliki wilayah terbatas. Saat pembahasan anggaran pertahanan pada Februari 2024, Menteri Pertahanan saat itu, Ng Eng Hen, menyebut kemampuan tersebut memberikan fleksibilitas operasional yang lebih tinggi bagi angkatan udara Singapura.

 

Awalnya Beli Empat Unit

Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) pertama kali membeli empat unit F-35B pada 2019 dengan opsi pembelian delapan unit tambahan. Nilai transaksi awal saat itu mencapai sekitar US$2,75 miliar.

Pemerintah kemudian mengeksekusi opsi pembelian delapan unit tambahan pada 2023 sehingga total pesanan F-35B menjadi 12 unit.

Sementara itu, delapan unit lainnya merupakan varian F-35A yang nantinya akan ditempatkan di Pangkalan Udara Tengah (Tengah Air Base), Singapura.

MINDEF sebelumnya menyatakan jadwal kedatangan pesawat dan lokasi operasional di Singapura akan mengikuti perkembangan proyek serta kebutuhan pelatihan. Detail lengkapnya baru akan diumumkan setelah seluruh perencanaan dan proses produksi selesai.

 

F-35A Lebih Jauh dan Membawa Muatan Lebih Besar

Varian F-35A memiliki kapasitas angkut persenjataan hingga 8.160 kilogram, lebih besar dibandingkan F-35B yang mampu membawa sekitar 6.800 kilogram.

Selain itu, F-35A memiliki kapasitas bahan bakar lebih besar dengan jangkauan terbang mencapai sekitar 2.200 kilometer, sedangkan F-35B memiliki jangkauan sekitar 1.667 kilometer.

Laporan Departemen Perang AS juga menyebut MINDEF telah memulai perancangan pangkalan utama untuk armada F-35A di Singapura. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun fiskal Amerika Serikat 2029, yakni antara 1 Oktober 2028 hingga 30 September 2029.

Hingga saat ini, MINDEF belum pernah mengumumkan secara resmi nilai pembelian jet tempur siluman tersebut kepada publik. Armada F-35 diproyeksikan akan menggantikan pesawat tempur F-16 Singapura yang telah memasuki usia operasional tua. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
jet tempur F-35 MINDEF singapura militer