batampos - Sektor pariwisata Kamboja menghadapi tekanan sepanjang tujuh bulan pertama 2026. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke negara tersebut tercatat hanya 1,99 juta orang pada periode Januari-Juli 2026.
Angka tersebut merosot sekitar 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Pariwisata Kamboja.
Menteri Pariwisata Kamboja Huot Hak mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya sentimen negatif mengenai keberadaan jaringan penipuan daring atau online scam di Kamboja.
Citra tersebut dinilai dapat memengaruhi persepsi wisatawan asing ketika mempertimbangkan Kamboja sebagai destinasi perjalanan.
Konflik Perbatasan hingga Geopolitik Ikut Berdampak
Selain persoalan jaringan penipuan daring, sektor pariwisata Kamboja juga terdampak ketegangan di kawasan perbatasan Kamboja-Thailand.
Situasi tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan wisatawan dan rencana perjalanan ke sejumlah wilayah di kawasan tersebut.
Faktor eksternal lainnya berasal dari konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut turut mendorong kenaikan harga bahan bakar yang kemudian berdampak terhadap biaya perjalanan dan minat masyarakat global untuk bepergian.
Dengan berbagai tekanan tersebut, industri pariwisata Kamboja menghadapi tantangan dari sisi keamanan, persepsi destinasi, maupun kondisi ekonomi global.
China, Vietnam, dan AS Jadi Sumber Wisman Terbesar
Kementerian Pariwisata Kamboja mencatat Tiongkok, Vietnam, dan Amerika Serikat sebagai tiga negara asal wisatawan mancanegara terbesar sepanjang Januari-Juli 2026.
Pasar dari negara-negara tersebut menjadi salah satu tumpuan penting bagi industri pariwisata Kamboja di tengah penurunan jumlah kunjungan secara keseluruhan.
Pariwisata sendiri merupakan salah satu dari empat pilar utama perekonomian Kamboja. Tiga sektor lainnya adalah pertanian, konstruksi dan properti, serta ekspor produk manufaktur, termasuk pakaian jadi, alas kaki, dan barang-barang perjalanan.
Pariwisata Kamboja Raup US$3,87 Miliar pada 2025
Penurunan kunjungan pada 2026 menjadi perhatian karena pariwisata memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian Kamboja.
Sepanjang 2025, Kamboja mencatat sekitar 5,57 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Dari sektor tersebut, negara itu memperoleh pendapatan kotor sekitar US$3,87 miliar.
Data tersebut menunjukkan besarnya peran wisatawan asing bagi perekonomian Kamboja. Karena itu, pemulihan jumlah kunjungan menjadi salah satu tantangan penting bagi pemerintah Kamboja di tengah persoalan citra keamanan, ketegangan regional, serta kondisi geopolitik global. (*)
jpg
Editor : Putut Ariyo