5 Jurnalis dan 3 Kru Speedboat Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian

jpg • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:42 WIB
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun. (Istimewa)
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun. (Istimewa)

batampos – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang di Perairan Selat Sunda menjadi perhatian Polda Lampung. Kepolisian mengerahkan personel dan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk memperkuat Tim SAR Gabungan.

Personel yang diterjunkan antara lain dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang, serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri. Mereka bergabung dengan Basarnas Lampung dan unsur SAR lainnya untuk melakukan pencarian.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” kata Yuni, Rabu (9/9/2026).

Sementara itu, Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi,” ujarnya.

Berangkat dari Carita

Berdasarkan informasi awal yang diterima Tim SAR Gabungan, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah seorang jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir keberadaan rombongan sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi kemudian terputus pada pukul 15.04 WIB.

Hingga kini, keberadaan rombongan tersebut belum diketahui. Tim SAR Gabungan melakukan pencarian dengan mengacu pada titik komunikasi terakhir dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas (freelance).

Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga kru speedboat yang juga berada di dalam kapal.

Pencarian Dibagi Menjadi Empat SRU

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad sebelumnya mengatakan operasi SAR hari kedua dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan melibatkan sejumlah unsur SAR serta berbagai sarana dan peralatan pencarian.

Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan wilayah pencarian.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 untuk melakukan penyisiran sejauh 68,3 nautical mile (NM) dengan jarak antarjalur pencarian (spacing) tiga NM.

Sementara itu, SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan total jarak penyisiran 69,5 NM dan spacing tiga NM.

“Kedua SRU tersebut melakukan pencarian di area perairan yang telah ditentukan berdasarkan perencanaan operasi SAR,” kata Al Amrad.

Adapun SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung untuk melakukan penyisiran sejauh 67 NM dengan spacing satu NM.

Kemudian, SRU 4 menggunakan RIB 02 Banten untuk melakukan penyisiran di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Operasi pencarian melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, serta unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, dan berbagai unsur terkait lainnya.

Tim SAR terus memperluas pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta titik terakhir komunikasi guna menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
Anak Krakatau selat sunda jurnalis