Rekor Baru, 33 Persen Pria Muda Jepang Tak Ingin Memiliki Anak

Antara • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 17:31 WIB
Ilustrasi Jepang. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)
Ilustrasi Jepang. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

batampos - Lebih dari 30 persen warga Jepang yang belum menikah dan berusia 18 hingga 34 tahun mengaku tidak ingin memiliki anak. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak survei terkait dilakukan pada 2002.

Berdasarkan survei Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial Jepang, rata-rata jumlah anak yang diinginkan responden juga mencapai rekor terendah.

Responden laki-laki rata-rata menginginkan 1,30 anak, sedangkan responden perempuan 1,36 anak.

Di kalangan laki-laki, sebanyak 33 persen responden menyatakan tidak ingin memiliki anak. Angka tersebut meningkat 9,8 poin persentase dibandingkan hasil survei sebelumnya pada 2021.

Sementara itu, persentase perempuan yang tidak ingin memiliki anak mencapai 32,4 persen, naik 8,8 poin persentase dibandingkan survei sebelumnya.

Gaya Hidup dan Kekhawatiran Finansial

Salah satu pejabat Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial mengatakan, perubahan gaya hidup dan nilai-nilai di kalangan masyarakat Jepang kemungkinan menjadi salah satu faktor meningkatnya jumlah anak muda yang tidak ingin memiliki anak.

Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi finansial juga dinilai turut memengaruhi keputusan tersebut.

Perubahan pandangan mengenai keluarga dan pernikahan terjadi ketika Jepang menghadapi persoalan demografi yang semakin serius. Rendahnya angka kelahiran menjadi salah satu tantangan utama pemerintah Jepang karena berdampak terhadap struktur usia penduduk dan ketersediaan tenaga kerja.

Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial telah melakukan survei mengenai tren pernikahan dan kelahiran hampir setiap lima tahun sejak 1940.

Survei terbaru dilakukan dengan kondisi data hingga Juni 2025.

Hasil survei tersebut menunjukkan perubahan yang cukup signifikan dalam pandangan generasi muda Jepang terhadap rencana memiliki anak. Keinginan memiliki anak yang terus menurun menjadi salah satu indikator perubahan pola keluarga di negara tersebut. (*)

Editor : Jamil Qasim
Rekor Baru Tak Ingin Memiliki Anak