Ditekan Trump, Korsel Tegaskan Tak Akan Terlibat Perang Iran

JawaPos • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 11:30 WIB
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. (Ahn Young-joon/Pool via REUTERS/File Photo)
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. (Ahn Young-joon/Pool via REUTERS/File Photo)

batampos — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan Seoul tidak akan mengerahkan aset militer ke Timur Tengah jika langkah tersebut berpotensi menyeret Korea Selatan ke dalam perang melawan Iran.

Namun, pemerintah Korea Selatan masih mempertimbangkan peran terbatas untuk membantu menjaga keamanan pelayaran dan pengiriman minyak di kawasan strategis tersebut.

“Tidak akan ada pengerahan yang melibatkan atau memasuki perang. Saya bisa mengatakan itu dengan sangat jelas,” kata Lee dalam konferensi pers, Jumat (18/9), dikutip dari The Guardian.

“Kami tidak akan mengerahkan aset militer dalam bentuk apa pun untuk tujuan itu,” lanjutnya.

Pernyataan Lee muncul di tengah tekanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar negara-negara sekutu memberikan dukungan terhadap operasi AS di Iran.

Korsel Pertimbangkan Pengamanan Jalur Pelayaran

Meski menolak keterlibatan langsung dalam perang, Lee mengatakan Seoul tetap mengkaji kemungkinan memperluas perannya dalam menjaga keamanan navigasi di Timur Tengah.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk melindungi kepentingan ekonomi Korea Selatan, terutama kapal dagang, pengiriman minyak mentah, serta keselamatan warga Korea Selatan di kawasan tersebut.

“Kami harus melakukan hal minimum seperti negara-negara lain untuk melindungi pelayaran komersial dan pengiriman minyak mentah kami, serta keselamatan rakyat kami,” ujarnya.

Korea Selatan selama ini memiliki kehadiran angkatan laut di sekitar Somalia dalam misi antipembajakan.

Seoul juga sebelumnya mengkaji kemungkinan pengerahan aset militer ke Selat Hormuz. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan di dalam negeri karena dikhawatirkan membuat Korea Selatan semakin terlibat dalam konflik di Timur Tengah.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan komitmen Seoul untuk membantu memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Bentuk dukungan tersebut belum dirinci sebagai pengerahan militer untuk terlibat dalam perang.

Trump Tekan Seoul

Sikap Lee disampaikan setelah Trump mengkritik Korea Selatan karena dinilai belum memberikan dukungan yang cukup terhadap perang Iran.

Hubungan pertahanan kedua negara juga menjadi sorotan setelah latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan dikurangi pada musim panas tahun ini.

Di tengah persoalan keamanan tersebut, Seoul dan Washington juga masih merampungkan pembahasan mengenai komitmen investasi Korea Selatan di Amerika Serikat.

Lee mengatakan persoalan utama dalam negosiasi tersebut berkaitan dengan kelayakan komersial paket investasi yang disepakati kedua negara.

Menurut dia, masih ada sejumlah bagian yang sulit diterima Seoul. Meski demikian, kedua pihak disebut semakin mendekati kesepakatan.

Korea Selatan sebelumnya berkomitmen menginvestasikan USD 350 miliar di sektor manufaktur Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan yang juga mencakup penurunan tarif impor produk Korea menjadi 15 persen.

Pemerintah Korea Selatan juga menunda pengarahan kepada parlemen mengenai rencana investasi tersebut. Pembahasan diperkirakan dilanjutkan pada pekan berikutnya.

Lee Buka Peluang Pertemuan Trump-Kim

Dalam konferensi pers yang sama, Lee turut menyinggung kemungkinan pertemuan Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam beberapa bulan mendatang.

Lee mengatakan pertemuan tersebut masih mungkin terjadi, tetapi sejumlah kondisi harus terpenuhi.

“Yang jelas adalah Presiden Trump menginginkan pembicaraan, dan saya juga menginginkannya, dan kami terus melakukan koordinasi untuk memungkinkan dialog antara Korea Utara dan AS,” kata Lee.

Sejauh ini, media pemerintah Korea Utara relatif minim merespons seruan Trump untuk kembali bertemu Kim.

Trump disebut telah mendorong para pembantunya mengupayakan pertemuan dengan Kim pada musim gugur. (*)

Editor : M Tahang
Lee Jae Myung selat hormuz korsel donald trump perang iran