batampos - Novo Nordisk memasuki fase baru dengan menggunakan Novo sebagai identitas korporasi dalam penggunaan sehari-hari. Perubahan ini mengusung tema "Lasting Health Starts Now" dan disertai pembaruan budaya kerja melalui prinsip The Novo Way.
Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Novo untuk membangun perusahaan yang lebih fokus, cepat, dan memberikan dampak lebih luas.
Pembaruan identitas dan budaya perusahaan juga diarahkan untuk mendukung pencapaian target bisnis sekaligus memperluas akses terhadap inovasi kesehatan bagi masyarakat.
Presiden dan CEO Novo, Mike Doustdar, mengatakan individu dan komunitas menjadi fokus utama perusahaan dalam mengembangkan sains dan inovasi di bidang kesehatan.
Transformasi tersebut telah dilakukan di sejumlah bidang, termasuk obesitas dan diabetes, melalui berbagai inovasi yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.
Namun, kebutuhan kesehatan yang belum terpenuhi masih besar. Pada saat yang sama, tuntutan dan ekspektasi masyarakat terhadap solusi kesehatan terus berkembang.
"Layanan kesehatan harus semakin responsif, relevan, dan lebih mudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Identitas brand dan budaya perusahaan kami memiliki peran strategis dan akan memperkuat cara kami beroperasi dan bersaing, namun alasan keberadaan kami tidak akan berubah," kata Doustdar, Jumat (18/9).
"Kami tetap teguh pada misi kami untuk membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat dan memiliki ambisi besar untuk membantu mereka mencapai kesehatan yang berkelanjutan, dimulai dari sekarang," lanjutnya.
Melalui tema "Lasting Health Starts Now", Novo menekankan pentingnya memulai upaya menuju kesehatan berkelanjutan sejak sekarang. Konsep tersebut sekaligus menjadi arah baru perusahaan dalam mendekatkan inovasi sains dengan kehidupan sehari-hari.
Dalam penggunaan sehari-hari, Novo akan menjadi nama perusahaan. Namun, Novo Nordisk A/S tetap digunakan sebagai nama resmi perusahaan secara global.
Perubahan identitas tersebut juga mencakup pembaruan visual dengan tetap mempertahankan logo banteng Apis yang memiliki kaitan dengan sejarah perusahaan. Tampilan baru dirancang agar lebih mudah dikenali dan relevan dengan cara masyarakat memahami serta menjaga kesehatan.
Empat Prinsip The Novo Way
Di sisi internal, Novo memperkenalkan The Novo Way sebagai landasan budaya perusahaan. Ada empat prinsip utama yang menjadi pijakan, yakni customer obsession atau fokus pada konsumen, competitiveness atau daya saing, clarity atau kejelasan, serta care & integrity atau kepedulian dan integritas.
Keempat prinsip tersebut menempatkan pasien dan konsumen sebagai pusat inovasi, mendorong peningkatan kinerja, menyederhanakan cara kerja, sekaligus mempertahankan standar keselamatan pasien dan etika.
Executive Vice President, People, Organisation & Corporate Affairs Novo, Tania Sabroe, mengatakan perubahan budaya dan identitas perusahaan dirancang untuk saling melengkapi.
"Budaya membentuk cara kami menjalankan strategi dan bekerja, sementara identitas brand membentuk nilai yang dirasakan masyarakat terhadap produk dan layanan kami, serta bagaimana perusahaan kami dipandang di seluruh dunia," tutur Sabroe.
Dengan perubahan tersebut, Novo menargetkan pola kerja yang lebih cepat dan terarah sekaligus membangun karakter yang khas dalam berbagai aspek, mulai dari obat-obatan, kemitraan, pemasaran, hingga hubungan dengan para pemangku kepentingan.
"Bersama-sama, keduanya akan semakin memperkuat daya saing kami sekaligus peran Novo sebagai mitra terpercaya dalam layanan kesehatan," imbuhnya. (*)
Editor : Cipi Ckandina