Ukraina Kirim 1.600 Drone ke Rusia, 450 Mengarah ke Moskow

jpg • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 14:01 WIB
Rusia diserang ribuan drone Ukraina. (Reuters)
Rusia diserang ribuan drone Ukraina. (Reuters)

batampos — Rusia mengklaim telah mencegat lebih dari 1.600 drone yang dikirim Ukraina dalam serangan besar-besaran menjelang berakhirnya pemungutan suara pemilihan parlemen Rusia.

Dari jumlah tersebut, sekitar 450 drone disebut mengarah ke Moskow. Serangan yang berlangsung sejak Sabtu (19/9/2026) itu menjadi salah satu gelombang serangan drone terbesar ke wilayah Rusia sejak perang dengan Ukraina berlangsung.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sekitar 20 lainnya di wilayah Moskow.

Sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan. Sebuah apartemen dilaporkan terkena serangan, sementara fasilitas kilang minyak di Moskow turut terdampak.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut serangan tersebut sebagai serangan drone terbesar yang pernah dihadapi ibu kota Rusia.

"Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya itu direncanakan dengan jelas dengan tujuan mengganggu pemilu. Musuh gagal mencapai hal ini," ujar Sobyanin, dikutip dari media lokal.

Pernyataan itu disampaikan ketika Rusia memasuki hari terakhir pemilihan parlemen yang berlangsung selama tiga hari.

Sobyanin menuding serangan tersebut bertujuan mengganggu proses pemungutan suara. Namun, tudingan tersebut merupakan klaim pemerintah Rusia dan tidak disertai bukti yang dipaparkan kepada publik.

Lebih dari 1.000 Drone Diklaim Ditembak Jatuh

The Moscow Times melaporkan lebih dari 1.000 drone berhasil ditembak jatuh.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya mencegat dan menghancurkan 1.110 drone Ukraina dalam serangan malam hari.

Drone-drone tersebut terdeteksi di berbagai wilayah Rusia, Crimea yang dianeksasi Rusia, serta perairan Laut Hitam.

Secara terpisah, Sobyanin mengatakan lebih dari 1.600 drone telah dicegat sejak Sabtu. Sekitar 450 di antaranya disebut bergerak menuju Moskow, demikian dilaporkan Reuters.

Meski demikian, tidak seluruh drone berhasil dihentikan. Beberapa di antaranya dilaporkan mencapai kawasan kilang minyak Moskow dan sebuah bangunan tempat tinggal.

Al Jazeera melaporkan serangan di kawasan permukiman memicu kebakaran dan menyebabkan sekitar 400 orang dievakuasi dari sebuah gedung bertingkat di wilayah Moskow.

Kilang Minyak Ikut Terdampak

Salah satu dampak penting dari serangan tersebut adalah kerusakan pada fasilitas kilang minyak di Moskow.

Fasilitas energi menjadi salah satu sasaran dalam rangkaian serangan jarak jauh Rusia-Ukraina. Infrastruktur minyak dan logistik dinilai berkaitan dengan kemampuan Rusia dalam menopang operasi militernya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan tersebut menggunakan kombinasi drone dan rudal produksi dalam negeri Ukraina, termasuk rudal Flamingo dan Pelican.

Menurut Zelenskyy, sejumlah sasaran di Rusia yang dibidik mencakup fasilitas minyak dan logistik.

"Ini adalah miliaran dolar yang menopang mesin perang," kata Zelenskyy, merujuk pada nilai ekonomi infrastruktur yang menurut Kyiv mendukung kemampuan perang Rusia.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa serangan jarak jauh Ukraina tidak hanya diarahkan ke sasaran militer di garis depan, tetapi juga fasilitas energi, logistik, dan infrastruktur ekonomi di dalam wilayah Rusia.

Berlangsung Saat Pemilu Rusia

Waktu serangan menjadi perhatian karena terjadi pada hari terakhir pemilihan parlemen Rusia.

Pemilu tersebut merupakan pemilihan parlemen pertama Rusia sejak perang dengan Ukraina dimulai. Pemungutan suara juga digelar di sejumlah wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia.

Kyiv menolak pelaksanaan pemilu di wilayah-wilayah tersebut dan menyebut aneksasi Rusia terhadap wilayah Ukraina sebagai tindakan ilegal.

Moskow mengaitkan serangan drone dengan momentum pemilu. Sementara itu, Zelenskyy lebih menekankan sasaran serangan berupa fasilitas minyak dan logistik serta dampaknya terhadap kemampuan ekonomi Rusia.

Perbedaan narasi tersebut menunjukkan bahwa serangan drone terbaru tidak hanya memiliki dimensi militer, tetapi juga terjadi dalam konteks politik domestik Rusia.

Perang Drone Menjangkau Wilayah Rusia

Selama perang berlangsung, Ukraina terus mengembangkan kemampuan drone jarak jauh untuk menyerang sasaran di dalam wilayah Rusia.

Serangan semacam ini menjadi bagian dari duel udara jarak jauh antara Kyiv dan Moskow. Penggunaan drone dalam jumlah besar juga semakin menjadi bagian penting dalam konflik Rusia-Ukraina.

Bagi Rusia, serangan hingga wilayah sekitar Moskow menunjukkan tantangan yang dihadapi sistem pertahanan udaranya. Sementara bagi Ukraina, kemampuan menjangkau fasilitas strategis jauh di dalam wilayah Rusia menjadi salah satu instrumen untuk memberikan tekanan terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan perang.

Di sisi lain, Rusia juga terus melancarkan serangan udara ke Ukraina. Serangkaian serangan terbaru dilaporkan menewaskan warga sipil di wilayah Kyiv dan Kherson.

Gelombang serangan terbaru memperlihatkan semakin luasnya medan perang Rusia-Ukraina. Pertempuran tidak hanya berlangsung di garis depan, tetapi juga menjangkau fasilitas energi, logistik, kawasan permukiman, hingga wilayah sekitar pusat pemerintahan Rusia. (*)

Editor : Jamil Qasim
1.600 drone ukraina