Iran Ancam Serang Semua Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Diserang Lagi

JawaPos • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:50 WIB

 

Ilustrasi drone Iran. (IranWire)
Ilustrasi drone Iran. (IranWire)

batampos - Iran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer dan fasilitas Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah jika Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Ancaman tersebut disampaikan Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran Khatam Al-Anbiya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media Iran.

"Jika AS membuat kesalahan lagi terhadap Iran, maka semua pangkalan dan kepentingan negara tersebut di kawasan ini akan menjadi sasaran serangan yang terus-menerus dan menyakitkan tanpa batasan atau keraguan sedikit pun," kata badan tersebut, seperti dilansir Antara, Senin (21/9).

Sebagaimana disiarkan televisi nasional IRIB, Khatam Al-Anbiya juga memperingatkan negara-negara Timur Tengah yang memutuskan ikut serta dalam apa yang disebut Iran sebagai agresi AS.

Iran turut mengeklaim bahwa AS, dengan persetujuan sejumlah negara di Timur Tengah, telah sepakat menggelar rapat gabungan di sebuah negara Eropa untuk mempersiapkan operasi militer baru terhadap Iran. Klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak Iran dan belum disertai konfirmasi independen.

Konflik Iran-AS Masih Berlanjut

Konflik antara Iran dan AS bermula pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Tehran kemudian membalas dengan serangan terhadap sejumlah sasaran di kawasan.

Pada Juni, Washington dan Tehran mencapai sebuah kesepakatan sementara melalui memorandum untuk menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut kemudian runtuh akibat perselisihan mengenai pelaksanaannya.

Perkembangan terbaru menunjukkan ketegangan masih berlangsung. Pada September, kedua pihak kembali saling menyerang, sementara upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik belum menghasilkan penyelesaian permanen.

Iran juga sebelumnya memperingatkan bahwa kepentingan AS di kawasan dapat menjadi sasaran jika Washington kembali melakukan serangan. Pada awal September, pejabat Iran menyatakan kesiapan untuk membalas serangan terhadap aset Iran.

AS Tingkatkan Tekanan Ekonomi

Di tengah berlanjutnya konflik, AS juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui kebijakan sanksi dan langkah-langkah pembatasan lainnya.

Tekanan tersebut menjadi bagian dari upaya Washington untuk memengaruhi kebijakan Tehran di tengah konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Sementara itu, Iran menyatakan tetap menggabungkan jalur diplomasi dan pertahanan dalam menghadapi tekanan AS.

Situasi tersebut membuat ancaman terhadap pangkalan dan kepentingan AS di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko eskalasi konflik di kawasan.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Serang 28 Wilayah pangkalan ancaman iran