
batampos – Kendaraan buatan produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, akan dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena milik militer Amerika Serikat (AS) di Okinawa, Jepang. Kebijakan yang mulai berlaku pada Senin (26/10) tersebut diambil karena kekhawatiran terhadap risiko keamanan.
Mengutip laporan Carscoops, Jumat (23/10), larangan ini berlaku bagi seluruh kendaraan BYD, termasuk mobil pribadi, taksi, kendaraan pengiriman, serta kendaraan milik kontraktor. Petugas keamanan pangkalan diperintahkan untuk menolak kendaraan tersebut memasuki area instalasi militer.
Juru bicara Pangkalan Udara Kadena, Letnan Kolonel Alli Stormer, mengatakan kendaraan tersebut dinilai menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima dan tidak dapat dimitigasi terhadap personel maupun misi militer.
Namun, Stormer tidak merinci alasan khusus yang melatarbelakangi penerapan kebijakan tersebut.
Sejumlah laporan media menyebutkan, kekhawatiran keamanan berkaitan dengan kamera, sensor, dan teknologi terhubung yang terpasang pada kendaraan modern. Perangkat tersebut dikhawatirkan berpotensi mengumpulkan informasi sensitif di lingkungan pangkalan militer.
BYD juga telah masuk dalam daftar perusahaan yang dinilai Departemen Pertahanan AS memiliki keterkaitan dengan dukungan terhadap militer Tiongkok. BYD sebelumnya menolak penetapan tersebut dan menyatakan akan menempuh langkah administratif maupun hukum untuk melindungi kepentingannya.
Di sisi lain, produsen kendaraan asal Tiongkok menghadapi berbagai hambatan untuk memasuki pasar AS, termasuk tarif tinggi dan pembatasan terkait teknologi. Sejumlah anggota parlemen AS juga mendorong kebijakan yang lebih ketat terhadap pemasaran kendaraan asal Tiongkok.
Kekhawatiran terhadap keamanan data kendaraan modern bukan hanya muncul di AS. Tiongkok sebelumnya juga membatasi akses kendaraan Tesla ke sejumlah lokasi pemerintahan pada 2021 karena kekhawatiran terhadap kamera dan potensi pengumpulan data.
Pembatasan tersebut kemudian dicabut pada 2024 setelah kendaraan Tesla yang diproduksi di Tiongkok dinyatakan memenuhi persyaratan keamanan data setempat.
Kebijakan terhadap kendaraan BYD di Pangkalan Udara Kadena menjadi bagian dari meningkatnya perhatian terhadap keamanan teknologi kendaraan terhubung, terutama di lingkungan yang berkaitan dengan pertahanan dan informasi sensitif.(*)



