Produsen Mobil China Ekspansi ke Eropa, BYD hingga Geely Siapkan Pabrik Lokal

batampos - Produsen mobil China semakin agresif memperluas bisnis di Eropa. Sejumlah perusahaan, mulai dari BYD, Changan Automobile, Geely, hingga Chery, menyiapkan pabrik lokal, menjalin kemitraan dengan perusahaan Eropa, dan memanfaatkan fasilitas produksi yang tidak lagi digunakan.
Strategi ini dilakukan untuk mempertahankan akses pasar di tengah tarif impor tinggi dan kebijakan perdagangan Uni Eropa (UE). Produsen mobil China mulai mengurangi ketergantungan pada ekspor dengan membangun basis produksi langsung di Eropa.
Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Rabu (21/10/2026), China dan Uni Eropa mencapai kesepahaman perdagangan pada 9 Oktober yang membuka jalan bagi penerapan kuota impor mobil hibrida buatan China mulai 2027.
Komisi Eropa diperkirakan menetapkan kuota awal sebanyak 350 ribu unit per tahun. Jumlah tersebut berpotensi meningkat 6 persen setiap tahun selama empat tahun berikutnya.
Sementara itu, mobil listrik murni buatan China saat ini dikenai tarif impor sebesar 17,8 hingga 45,3 persen.
Tarif Impor Dorong Produsen Mobil China Bangun Pabrik di Eropa
Perubahan kebijakan perdagangan tersebut diperkirakan mempercepat pergeseran strategi produsen otomotif China. Mereka tidak lagi hanya mengandalkan ekspor dan persaingan harga, tetapi juga berupaya memproduksi kendaraan langsung di pasar tujuan.
Analis Morgan Stanley menilai perusahaan dengan skala usaha besar, kondisi keuangan kuat, dan perencanaan manufaktur matang memiliki kesiapan lebih baik untuk menghadapi perubahan tersebut.
Pabrik-pabrik di Eropa yang sudah tidak digunakan juga menjadi alternatif untuk memperluas produksi. Melalui fasilitas tersebut, produsen China berpeluang menghemat biaya dibandingkan membangun pabrik baru dari awal.
Qian Kang, pemilik pabrik papan sirkuit kendaraan di Provinsi Zhejiang, mengatakan produsen mobil China sebelumnya cenderung berhati-hati dalam membangun fasilitas sendiri di Eropa karena mempertimbangkan biaya dan hambatan regulasi.
Kini, mereka mulai menjajaki usaha patungan dan kerja sama dengan perusahaan manufaktur setempat seiring meningkatnya permintaan terhadap kendaraan buatan China.



