Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BYD Targetkan 100 Stasiun Flash Charging di Indonesia hingga Akhir 2026

j
Penulis: jpg❯
Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division Richard Li (kiri) dan Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia Ubaedilah menunjukkan cara mengisi daya EV dengan Flash Charging. Foto: Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com
Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division Richard Li (kiri) dan Head of Aftersales PT BYD Motor Indonesia Ubaedilah menunjukkan cara mengisi daya EV dengan Flash Charging. Foto: Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com

Advertisement

batampos - BYD menargetkan pembangunan 100 stasiun pengisian daya ultra cepat atau Flash Charging di Indonesia hingga akhir 2026. Target tersebut terbilang ambisius karena saat ini fasilitas pengisian daya berteknologi terbaru itu baru tersedia sebanyak 10 unit.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan perusahaan akan mempercepat pengembangan jaringan Flash Charging agar dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.

“Flash Charging BYD ini menunjukkan komitmen kami terhadap pembangunan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia,” kata Eagle saat peluncuran teknologi Flash Charging di InterContinental Hotel Jakarta, Rabu (14/10).

Advertisement

Menurut dia, pembangunan infrastruktur pengisian daya merupakan bagian dari upaya BYD membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Ekosistem tersebut mencakup manufaktur, distribusi, hingga penyediaan fasilitas pengisian daya.

“Kami ingin memiliki ekosistem yang lengkap, selain pabrik kami di Subang, distribusi, juga infrastruktur untuk mendukung,” ujarnya.

Flash Charging BYD Bakal Hadir di Rest Area Tol

Advertisement

BYD berencana menempatkan stasiun Flash Charging di berbagai lokasi, mulai dari jaringan diler hingga titik pengisian daya publik. Perusahaan juga memasukkan area istirahat atau rest area jalan tol dalam rencana ekspansi jaringan tersebut.

Eagle berharap fasilitas pengisian daya ultra cepat itu sudah tersedia di sejumlah rest area sebelum periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Namun, BYD belum merinci jumlah stasiun yang akan dibangun di setiap lokasi.

“Saya rasa sebelum mudik (Natal dan Tahun Baru 2026) akan tersedia di rest area,” imbuhnya.

Perluasan jaringan ini diharapkan mempermudah pengguna kendaraan listrik melakukan pengisian daya, terutama ketika menempuh perjalanan jarak jauh selama libur akhir tahun.

Stasiun BYD Terbuka untuk Mobil Listrik Merek Lain

Salah satu hal yang menarik, jaringan Flash Charging BYD nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi kendaraan produksi BYD maupun merek premiumnya, Denza. Pengguna mobil listrik dari merek lain juga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

Advertisement

Artikel Terkait

Mobil BYD Tak Boleh Masuk Pangkalan Udara Kadena di Okinawa

Mobil BYD Tak Boleh Masuk Pangkalan Udara Kadena di Okinawa

Militer AS melarang kendaraan BYD memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang mulai 26 Oktober 2026 karena kekhawatiran risiko keamanan.

Produsen Mobil China Ekspansi ke Eropa, BYD hingga Geely Siapkan Pabrik Lokal

Produsen Mobil China Ekspansi ke Eropa, BYD hingga Geely Siapkan Pabrik Lokal

YD, Changan, Geely, dan Chery memperluas produksi mobil di Eropa untuk menghadapi tarif impor dan pembatasan perdagangan Uni Eropa.

Yangwang Siapkan Sedan Ultra-Mewah, Bidik Pasar Rolls-Royce dan Bentley

Yangwang Siapkan Sedan Ultra-Mewah, Bidik Pasar Rolls-Royce dan Bentley

Yangwang menyiapkan sedan ultra-mewah listrik dengan teknologi canggih yang diproyeksikan menantang Rolls-Royce dan Bentley.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer