77 Delegasi Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB, Indonesia Ikut Keluar

jpg • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 17:46 WIB
Para delegasi meninggalkan ruangan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di markas besar PBB di New York City, AS, pada 24 September 2026. (REUTERS/Jeenah Moon)
Para delegasi meninggalkan ruangan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato di hadapan Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di markas besar PBB di New York City, AS, pada 24 September 2026. (REUTERS/Jeenah Moon)

batampos  — Puluhan delegasi negara meninggalkan ruang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mulai menyampaikan pidato pada Kamis (24/9/2026) waktu New York.

Aksi walk out tersebut berlangsung sesaat setelah Netanyahu naik ke podium dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut meninggalkan ruang sidang.

Rekaman yang disampaikan Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York dan diterima di Jakarta memperlihatkan diplomat Indonesia berdiri dari kursinya ketika Netanyahu dipersilakan menyampaikan pidato. Setelah itu, kursi delegasi Indonesia tampak kosong.

Reuters melaporkan puluhan delegasi melakukan aksi serupa. Sementara sejumlah laporan media menyebut terdapat sekitar 77 delegasi yang meninggalkan ruang sidang sebelum atau ketika Netanyahu mulai berbicara.

Aksi tersebut melibatkan delegasi dari sejumlah kawasan, termasuk negara-negara Arab, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin. Di antara negara yang dilaporkan melakukan walk out adalah Arab Saudi, Suriah, Yordania, Afrika Selatan, Uganda, Kenya, Brasil, Chile, Kolombia, Spanyol, Irlandia, dan Slovenia.

Indonesia Ikut Walk Out saat Netanyahu Naik Podium

Indonesia menjadi sorotan setelah rekaman diplomat Indonesia meninggalkan ruang sidang beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, delegasi Indonesia terlihat meninggalkan tempat duduk ketika Netanyahu bersiap menyampaikan pidato. Aksi itu dilakukan bersama sejumlah delegasi negara lain.

Walk out terjadi ketika perhatian internasional masih tertuju pada perang Gaza serta kebijakan militer Israel. Sejumlah delegasi memilih tidak berada di dalam ruangan saat perdana menteri Israel tersebut menyampaikan pembelaannya.

Suasana ruang sidang juga sempat diwarnai sorakan dan protes dari sejumlah pihak. Pimpinan sidang beberapa kali meminta peserta menjaga ketertiban.

Netanyahu kemudian menanggapi aksi tersebut pada awal pidatonya.

"If there are any other moral cowards who haven't yet left this hall, please do so now," kata Netanyahu.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah besar delegasi keluar dari ruang sidang. Tim Netanyahu yang berada di dalam ruangan kemudian memberikan tepuk tangan.

Netanyahu Bela Operasi Israel di Gaza dan Iran

Meski banyak kursi delegasi kosong, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya. Ia menggunakan kesempatan tersebut untuk membela operasi militer Israel dan menolak tuduhan bahwa negaranya melakukan genosida di Gaza.

Netanyahu menyebut tuduhan genosida terhadap Israel sebagai kebohongan dan mengatakan negaranya justru mencegah terjadinya genosida.

"Israel is not committing genocide. Israel is preventing genocide," kata Netanyahu dalam pidatonya.

Ia juga membela operasi Israel terhadap Iran. Netanyahu mengatakan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran merupakan salah satu keputusan paling mudah yang pernah diambilnya sebagai perdana menteri.

Menurut Netanyahu, tindakan Israel terhadap Iran dilakukan untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir. Ia juga mengklaim bahwa Israel sekaligus melindungi negara-negara lain dari ancaman tersebut.

Pidato Netanyahu berlangsung di tengah kritik internasional terhadap kebijakan pemerintah Israel terkait Gaza dan Tepi Barat. Sejumlah negara sebelumnya telah menyampaikan kritik terhadap operasi militer Israel dalam rangkaian sidang Majelis Umum PBB.

Netanyahu Serang Kritik Inggris dan Prancis

Dalam pidatonya, Netanyahu juga menanggapi kritik terhadap kebijakan permukiman Israel di Tepi Barat.

Ia menyebut Inggris dan Prancis sebagai negara yang turut menggunakan istilah kolonialisme untuk mengkritik Israel. Netanyahu kemudian mengaitkan kritik tersebut dengan sejarah kolonial kedua negara.

Selain itu, Netanyahu menyinggung kekerasan yang dilakukan sebagian warga Israel terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat. Ia menggambarkan tindakan tersebut sebagai perilaku kelompok kecil dan menekankan bahwa Israel memiliki sistem hukum untuk menangani pelanggaran.

Netanyahu Kritik Iran, Erdogan hingga Mamdani

Iran menjadi salah satu topik utama dalam pidato Netanyahu. Ia kembali menggambarkan pemerintahan Iran sebagai ancaman dan membela serangan Israel terhadap program nuklir Teheran.

Netanyahu juga mengkritik Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Ia menuduh Erdogan mendukung Hamas dan menyebut pemimpin Turki tersebut sebagai "tyrant".

Selain itu, Netanyahu secara khusus menyerang Wali Kota New York Zohran Mamdani.

Netanyahu menuduh Mamdani antisemit dan mengatakan sejumlah warga Yahudi di New York merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih sebagai wali kota. Mamdani merupakan salah satu pengkritik keras kebijakan pemerintah Israel dan sebelumnya menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang.

Perseteruan Netanyahu dan Mamdani telah berlangsung sebelum Sidang Umum PBB. Mamdani sebelumnya menyatakan akan mendukung penegakan surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki kewenangan hukum untuk melakukannya. Namun, ia kemudian mengakui bahwa kewenangan tersebut tidak berada di tangan wali kota New York.

Aksi walk out dalam pidato Netanyahu menunjukkan tingginya ketegangan politik di antara negara-negara anggota PBB terkait perang Gaza dan kebijakan Israel. Di tengah ruang sidang yang ditinggalkan banyak delegasi, Netanyahu tetap menyampaikan pembelaannya terhadap kebijakan pemerintah Israel dan menyerang sejumlah pihak yang mengkritiknya. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
indonesia gaza benjamin netanyahu Israel PBB