Terowongan Bawah Laut Terpanjang di China Tembus Kedalaman 105 Meter

jpg • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 06:38 WIB
Para pekerja konstruksi bekerja di lokasi pembangunan Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao di Qingdao, Provinsi Shandong, China, Jumat (2/10). Foto: ANTARA/Xinhua/Li Ziheng/aa.
Para pekerja konstruksi bekerja di lokasi pembangunan Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao di Qingdao, Provinsi Shandong, China, Jumat (2/10). Foto: ANTARA/Xinhua/Li Ziheng/aa.

batampos - Terowongan jalan raya bawah laut terpanjang di China rampung menjalani seluruh proses penggalian menggunakan mesin berperisai, Jumat (2/10).

Mesin tersebut berhasil mencapai titik yang ditentukan pada kedalaman 105 meter di bawah permukaan laut di Teluk Jiaozhou, Provinsi Shandong, China timur.

China Railway Construction Corporation Limited menyebut Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou Qingdao tersebut akan menghubungkan kawasan perkotaan utama Qingdao dengan Kawasan Baru Pesisir Barat Qingdao, salah satu kawasan baru tingkat nasional.

Proyek ini memiliki panjang 17,48 kilometer dengan bagian terowongan utama mencapai 14,37 kilometer.

Terowongan terdiri atas dua terowongan utama dan satu terowongan layanan di tengah. Masing-masing arah memiliki tiga lajur kendaraan dan dirancang untuk mendukung kecepatan hingga 80 kilometer per jam.

Digali dari Dua Sisi Teluk

Menurut Wang Junping dari China Railway 14th Bureau Group Corporation Limited, proyek tersebut menggunakan kombinasi metode pengeboran dan peledakan atau drill-and-blast serta penggalian menggunakan mesin berperisai.

Pengerjaan dilakukan dari dua titik, yakni pesisir timur dan pesisir barat Teluk Jiaozhou. Kedua bagian terowongan kemudian bertemu di bawah laut.

Bagian utama yang digali menggunakan mesin berperisai memiliki kedalaman maksimum 95 meter di bawah permukaan laut. Sementara itu, terowongan layanan mencapai kedalaman 105 meter.

Kondisi tersebut membuat proyek menghadapi tekanan air yang tinggi. Karena itu, pembangunan membutuhkan sistem penutupan dan pelapisan kedap air yang ketat.

Gunakan Teknologi Baru

Wang mengatakan, tim proyek untuk pertama kalinya menggunakan sistem baru dalam proses pembuangan material hasil galian.

Sistem tersebut memadukan konveyor sekrup, kotak penghancur batu, dan mesin penghancur batu. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi risiko penyumbatan selama proses penggalian.

Tim proyek juga mengembangkan teknologi antigetar untuk badan mesin bor berperisai. Teknologi tersebut ditujukan untuk meningkatkan stabilitas mesin selama proses penggalian di bawah laut.

Setelah seluruh proyek selesai, terowongan baru tersebut akan memperkuat jaringan transportasi lintas teluk di Qingdao.

Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou akan terhubung dengan Terowongan Teluk Jiaozhou, Jembatan Teluk Jiaozhou, dan Jalan Raya Teluk Jiaozhou yang telah lebih dulu beroperasi.

China Dorong Integrasi Transportasi

Pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan upaya China meningkatkan konektivitas transportasi.

China pada Juli lalu menerbitkan rencana untuk mendorong pembangunan berkualitas tinggi di bidang layanan transportasi terpadu selama periode Rencana Lima Tahun ke-15 atau 2026–2030.

Rencana yang diumumkan Kementerian Transportasi China tersebut menargetkan terbentuknya sistem layanan transportasi terpadu modern pada 2030.

Berdasarkan rencana tersebut, China akan meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi sekaligus mempermudah perpindahan penumpang.

Pemerintah juga akan meningkatkan layanan logistik barang, mendorong integrasi transportasi dengan pariwisata, serta memperkuat layanan angkutan penumpang dan barang hingga wilayah pedesaan.

Dengan panjang proyek mencapai 17,48 kilometer dan titik terdalam hingga 105 meter di bawah permukaan laut, Terowongan Kedua Teluk Jiaozhou menjadi salah satu proyek infrastruktur bawah laut penting dalam pengembangan jaringan transportasi Qingdao. (*)

Editor : Putut Ariyo
Terowongan bawah laut Qingdao teknologi konstruksi infrastruktur china