batampos-Pemko Tanjungpinang bersama Pemprov Kepri merencanakan pembangunan jembatan layang atau fly over di perempatan lampu merah melayu kota piring. Tujuan pembangunan ini untuk mengatasi kemacetan lalulintas.
Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan pembangunan fly over itu akan diawali dengan pembebasan lahan. Awalnya Pemko Tanjungpinang yang akan membebaskan lahan, namun anggaranya terlalu besar.
“Mungkin 2025 ini kita bebaskan lahan dulu, kalau memungkinkan kita pinjam lagi uang ke bank akan kita pinjam,” ujar Ansar, di Tanjungpianang, Kamis (30/5) kemarin.
Ansar menyebut karena perempatan lampu merah cukup besar sehingga anggaran yang dibutuhkan lumayan besar sekitar Rp 100 miliar. “Karena simpangnya banyak dan besar, anggaranya Rp 100 miliar lebih bahkan,” sebutnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menilai kehadiran fly over melayu kota piring memang sangat dibutuhkan untuk mengatasi kemacetan lalulintas kendaraan yang kerap terjadi ketika sore.
“Itu adalah salah satu titik macet yang signifikat saat ini di Tanjungpinang,” kata Zulhidayat.
Pembangunan fly over adalah upaya rekayasa lalulintas yang paling efektif untuk mencegah kemacetan yang sekarang kerap dikeluhkan pengendara.
Kemudian untuk pembebasan lahan akan dikoordinasikan dengan Pemprov Kepri, sebelumnya telah dianggarkan namun terkendala covid-19 selama dua tahun, sehingga sampai saat ini di APBD Kota Tanjungpinang belum teranggarkan.
“Makanya kita akan bicarakan dengan Pemprov Kepri,” ujarnya.
Nantinya fly over ini akan dibangun mulai dari depan pos polisi tepat dekat perempatan lampu merah melayu kota piring hingga Kantor Camat Tanjungpinang Timur.
“Renacanya akan dimulai tahun 2025, kita akan kordinasi Kementrian PUPR dan Provinsi Kepri,"tambahnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung